Permintaan maaf Hari Suwandi ke Ical mencurigakan
Kamis, 26 Juli 2012 - 18:06 WIB
Permintaan maaf Hari Suwandi ke Ical mencurigakan
A
A
A
Sindonews.com - Hari Suwandi, pejuang korban lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur, berkhianat. Benarkan demikian? Permintaan maaf Hari kepada bos PT Lapindo Brantas Aburizal Bakrie (Ical) dan melupakan korban lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur, dirasa ganjil dan mencurigakan.
Sebelum berbicara di layar televisi, Hari sempat ditampung di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) di Jakarta. Namun dia menghilang tanpa jejak dan pamit terlebih dahulu kepada pengurus Kontras. Tiba-tiba dia muncul di televisi dan mengumumkan permohonan maafnya kepada Ical.
"Jam 9 lewat saya telepon (anggota Kontras) enggak pulang. Ternyata dia sudah merencanakan, jam 5 sore dia minggat dari sini. Dari Kontras jam 5, tanpa ada permisi. Tanpa ada ucapan terimakasih, tanpa pamit, begitu saja," ujar Ketua Humas Kontras Sinung di Kantor Kontras, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Ditambahkan Sinung, penampilan Hari di salah satu stasiun TV swasta tadi malam itu, sangat mengejutkan dan mengecewakan seluruh anggota Kontras dan warga korban lumpur yang turut membantu Hari, dari awal dia datang ke Jakarta.
"Nah makanya, sebenarnya saya juga dan teman-teman sendiri itu sampai tidak habis pikir. Kenapa sampai ada perubahan 180 atau 360 derajat ya?" terangnya.
Seperti diketahui, Hari Suwandi, salah satu korban lumpur Lapindo melakukan aksi jalan kaki dari Sidoarjo ke Jakarta dengan maksud memperjuangkan hak warga Sidoarjo yang terkena lumpur Lapindo dan meminta ganti rugi. Entah kenapa, tiba-tiba Hari merubah niatnya dan balik mendukung Ical.
Bahkan dengan berkaca-kaca, dia mengaku di depan layar televisi telah disuruh oleh sekelompok orang datang ke Jakarta menuntut keadilan. Dia juga berkali-kali meminta maaf kepada Ical dan berterima kasih kepadanya. Apa yang terjadi dengan Hari?
Sebelum berbicara di layar televisi, Hari sempat ditampung di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) di Jakarta. Namun dia menghilang tanpa jejak dan pamit terlebih dahulu kepada pengurus Kontras. Tiba-tiba dia muncul di televisi dan mengumumkan permohonan maafnya kepada Ical.
"Jam 9 lewat saya telepon (anggota Kontras) enggak pulang. Ternyata dia sudah merencanakan, jam 5 sore dia minggat dari sini. Dari Kontras jam 5, tanpa ada permisi. Tanpa ada ucapan terimakasih, tanpa pamit, begitu saja," ujar Ketua Humas Kontras Sinung di Kantor Kontras, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Ditambahkan Sinung, penampilan Hari di salah satu stasiun TV swasta tadi malam itu, sangat mengejutkan dan mengecewakan seluruh anggota Kontras dan warga korban lumpur yang turut membantu Hari, dari awal dia datang ke Jakarta.
"Nah makanya, sebenarnya saya juga dan teman-teman sendiri itu sampai tidak habis pikir. Kenapa sampai ada perubahan 180 atau 360 derajat ya?" terangnya.
Seperti diketahui, Hari Suwandi, salah satu korban lumpur Lapindo melakukan aksi jalan kaki dari Sidoarjo ke Jakarta dengan maksud memperjuangkan hak warga Sidoarjo yang terkena lumpur Lapindo dan meminta ganti rugi. Entah kenapa, tiba-tiba Hari merubah niatnya dan balik mendukung Ical.
Bahkan dengan berkaca-kaca, dia mengaku di depan layar televisi telah disuruh oleh sekelompok orang datang ke Jakarta menuntut keadilan. Dia juga berkali-kali meminta maaf kepada Ical dan berterima kasih kepadanya. Apa yang terjadi dengan Hari?
(san)