4 pejabat siap hadapi Churchill Mining

Rabu, 25 Juli 2012 - 20:39 WIB
4 pejabat siap hadapi...
4 pejabat siap hadapi Churchill Mining
A A A
Sindonews.com - Menyusul gugatan perusahaan tambang asal Inggris, Churchill Mining Plc di Arbitrase Internasional pekan lalu, empat pejabat yang terdiri dari Jaksa Agung, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam Negeri, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sudah menerima Surat Kuasa Khusus (SKK).

Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan, pihaknya saat ini sedang menentukan langkah apa yang akan diambil terkait gugatan itu.

"SKK sudah kami terima. Pokoknya kami akan koordinasi langkah apa yang akan diambil, tentunya siapa yang jadi penasihat hukum, arbiternya yang harus ditunjuk. Itu kan ada prosedurnya," ungkap Jaksa Agung Basrief Arief kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Rabu (25/7/2012).

Basrief menambahkan pokok permasalahan Churchill adalah menggugat Indonesia karena merasa dirugikan, karena ada izin yang dicabut. Namun, Churchill bukan investor langsung, dengan kata lain melalui perusahaan di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengaku tak gentar menghadapi gugatan tersebut. "Kita sebagai negara harus jaga negara kita. kalau kita digugat ya kita hadapi," katanya beberapa waktu lalu.

Jero menegaskan untuk menghadapi gugatan Churchill Plc, pemerintah telah menyiapkan dokumen sebagai bentuk perlindungan terhadap aset negara.

"Kemudian kita siapkan dokumen apa yang kita punya semua sehingga komprehensif, itu mestinya kita harus melindungi negara kita," ujarnya.

Gugatan muncul ketika Churchill Mining Plc menuding pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menyita aset miliknya tanpa adanya kompensasi yang layak.

Churchill Mining juga berupaya melakukan negosiasi masalah ini sejak dua tahun silam. Pihak Churcill mengugat pemerintah USD2 miliar atas persoalan ini.

Perusahaan ini mulai eksplorasi batu bara sejak tahun 2008 dengan cara akuisisi 75 persen perusahaan lokal bernama Ridlatama Group.

Cadangan batu bara yang ada di kawasan tersebut sebesar 2,73 miliar ton. Dengan potensi penghasilan perusahaan bisa mencapai USD700 juta sampai USD1 miliar per tahun, dalam 20 tahun ke depan.
(lns)
Berita Terkait
Pemanfaatan PLTS Dorong...
Pemanfaatan PLTS Dorong Transformasi Green Mining di Indonesia
Cegah Aksi Anarkis Demonstran,...
Cegah Aksi Anarkis Demonstran, Patung Churchill Ditutupi
Terapkan Good Mining...
Terapkan Good Mining Practice, JRBM Beri Manfaat Ganda di Sulawesi Utara
Dukung Green Mining,...
Dukung Green Mining, PLN Siap Pasok Listrik Hijau di Sektor Tambang
Patung Churchill Ditutupi...
Patung Churchill Ditutupi Kotak Besi Cegah Serangan Demonstran
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Winston Churchill Membawa Inggris ke Pembantaian Global
Berita Terkini
Prabowo Lantik Kepala...
Prabowo Lantik Kepala dan Wakil BGN Baru pada Senin 8 Juni 2026
KPK Ungkap Silmy Karim...
KPK Ungkap Silmy Karim Masih Terima Aliran Uang Hasil Pemerasan saat Jabat Wamen Imipas
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Copot Silmy Karim dari Wamen Imipas
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved