Citra Demokrat makin turun karena Hambalang
Minggu, 22 Juli 2012 - 13:55 WIB
Citra Demokrat makin turun karena Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Meningkatnya status kasus Hambalang menjadi penyidikan membuat citra Partai Demokrat kembali turun di tengah masyarakat. Pasalnya, kasus itu disebut-sebut melibatkan sejumlah petinggi Partai Demokrat.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, terus dikaitkannya sejumlah petinggi Partai Demokrat dengan kasus Hambalang membuat publik semakin tidak percaya terhadap Partai Demokrat.
"Masalah Hambalang, sebagaimana yang sering diberitakan selama ini membuat publik kurang percaya kepada Partai Demokrat. Penyebutan beberapa kader, dan elitnya membuat partai ini kurang dipercaya. Karena itu, penuntasan kasus Hambalang harus segera dilakukan," katanya saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Minggu (22/7/2012).
Dia mengungkapkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus berani mengambil tindakan tegas dengan menjerat siapapun yang terlibat dalam kasus itu. "Yang salah dihukum, dan yang tidak salah harus direhabilitasi agar nama baiknya tidak terus tercemar," ujarnya.
KPK juga menurutnya, harus bersikap netral dengan tidak hanya terfokus pada kasus Hambalang, tapi juga menyelesaikan seluruh kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK.
"KPK harus netral dan tidak partisan. Kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh kader partai lain juga perlu dituntaskan. Jangan terlalu lama penuntasannya, seperti kasus cek pelawat yang melibatkan sejumlah kader PDIP, dan partai lainnya. Korupsi proyek Alquran juga harus segera dituntaskan, jangan bertele-tele," tukasnya.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, terus dikaitkannya sejumlah petinggi Partai Demokrat dengan kasus Hambalang membuat publik semakin tidak percaya terhadap Partai Demokrat.
"Masalah Hambalang, sebagaimana yang sering diberitakan selama ini membuat publik kurang percaya kepada Partai Demokrat. Penyebutan beberapa kader, dan elitnya membuat partai ini kurang dipercaya. Karena itu, penuntasan kasus Hambalang harus segera dilakukan," katanya saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Minggu (22/7/2012).
Dia mengungkapkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus berani mengambil tindakan tegas dengan menjerat siapapun yang terlibat dalam kasus itu. "Yang salah dihukum, dan yang tidak salah harus direhabilitasi agar nama baiknya tidak terus tercemar," ujarnya.
KPK juga menurutnya, harus bersikap netral dengan tidak hanya terfokus pada kasus Hambalang, tapi juga menyelesaikan seluruh kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK.
"KPK harus netral dan tidak partisan. Kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh kader partai lain juga perlu dituntaskan. Jangan terlalu lama penuntasannya, seperti kasus cek pelawat yang melibatkan sejumlah kader PDIP, dan partai lainnya. Korupsi proyek Alquran juga harus segera dituntaskan, jangan bertele-tele," tukasnya.
(lil)