Pemerintah harus kaji pengadaan tank Leopard

Kamis, 19 Juli 2012 - 21:09 WIB
Pemerintah harus kaji...
Pemerintah harus kaji pengadaan tank Leopard
A A A
Sindonews.com - Rencana pemerintah untuk melakukan pengadaan 100 Main Battle Tank (MBT) Leopard dari Jerman menunjukkan sikap arogansi a la orde baru.

Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti mengatakan, pemerintah harus mempertimbangkan persesuaian antara kebijakan postur pertahanan negara dengan pengadaan tank, serta kebutuhan objektif pertahanan dalam pengadaan MBT Leopard itu.

"Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menilai pengadaan 100 MBT Leopard tidak tepat," katanya kepada wartawan di Sekretariat Imparsial, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Dia mengungkapkan, pemerintah dan DPR seharusnya bertindak lebih cermat dalam mengalokasikan anggaran pertahanan. Hal itu dilakukan mengingat keterbatasan anggaran, dan fakta krisis ekonomi global yang mendera sejumlah negara belakangan ini.

"DPR dan pemerintah sudah selayaknya membuat skala prioritas yang bertahap dan berjenjang dalam upaya peremajaan alutsista ini," ujarnya.

Sementara itu, pendiri Imparsial Rachland Nashidik mengatakan, pemerintah harus melihat kondisi geopolitik dan konteks ancaman yang berkembang saat ini. "Bagaimana mungkin memperkuat wilayah darat, padahal ancaman dari negara luar berasal dari udara dan laut," ungkapnya.
(lil)
Berita Terkait
Jerman Pamerkan Tank...
Jerman Pamerkan Tank KF51 Panther, Punya Spesifikasi Lebih Canggih dari Leopard 2
Intip Perbedaan Tank...
Intip Perbedaan Tank Leopard 1 vs Leopard 2, Lebih Kuat Mana?
5 Tank Tercepat di Dunia,...
5 Tank Tercepat di Dunia, Leopard Jerman dan Armata Rusia Jagoannya
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Tank Harimau vs Leopard 2, Mana Lebih Hebat?
Jerman Minta Swiss Jual...
Jerman Minta Swiss Jual Kembali Tank Leopard 2
4 Tank yang Diterima...
4 Tank yang Diterima Ukraina dari Eropa, Ada Leopard hingga AMX-10RC
Berita Terkini
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved