Awal Ramadan belum diputuskan
Kamis, 19 Juli 2012 - 18:47 WIB
Awal Ramadan belum diputuskan
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Agama (Kemenag) masih melakukan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri di Indonesia. Pertemuan itu sendiri dihadiri berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
Sidang yang dilakukan di Kantor Kementerian Agama itu juga nantinya akan merangkum hasil pemantauan Hilal yang dilakukan di sejumlah titik di Indonesia.
Sebelumnya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) menerjunkan 12 tim untuk melakukan rukyatul hilal (mengamati untuk menentukan awal buan kalender hijriyah).
"Rukyat akan kami gelar Kamis (19/7/2012). Ada 12 Tim yang kami terjunkan di beberapa lokasi di Jatim," kata Wakil Ketua PWNU Saleh Hayat.
Saleh mengatakan 12 lokasi yang menjadi titik untuk Rukyatul Hilal di antaranya Pantai Tanjung Kodok Lamongan, Pantai Ngliyep Malang Selatan, Pantai Gili Ketapang Banyuwangi, Pantai Ngamplung Jember, Pantai Kenjeran dan Pantai Serang Blitar, serta Bukit Condro Dipo Gresik.
Dari tim tersebut ada dua tim yang dibekali menggunakan teropong untuk melihat hilal, yakni di Pantai Serang Blitar dan Bukit Condro Dipo Gresik. Selebihnya, tim menggunakan pengamatan dengan mata telanjang.
Menurut Saleh, perkiraan awal puasa diprediksi pada 20-21 Juli. Namun, tetap mengacu pada hasil rukyatul hilal ini. Saleh juga mengatakan jika tim tersebut sudah bisa melihat hilal maka akan dilakukan sumpah oleh hakim yang telah disepakati. Selanjutnya, hasil sumpah itu akan dibawa ke sidang Isbat Kementerian Agama.
Sementara itu Pengurus Pusat Muhammadiyah memastikan awal puasa atau 1 Ramadan jatuh pada 20 Juli 2012 mendatang. Kepastian ini setelah tim dari Pengurus Wilayah (PWM) Jatim meyakini jika wujud hilal pada 19 Juli 2012 mendatang akan tampak di ketinggian 1 derajat lebih 44 menit hingga 2 derajat lebih 08 menit.
Sidang yang dilakukan di Kantor Kementerian Agama itu juga nantinya akan merangkum hasil pemantauan Hilal yang dilakukan di sejumlah titik di Indonesia.
Sebelumnya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) menerjunkan 12 tim untuk melakukan rukyatul hilal (mengamati untuk menentukan awal buan kalender hijriyah).
"Rukyat akan kami gelar Kamis (19/7/2012). Ada 12 Tim yang kami terjunkan di beberapa lokasi di Jatim," kata Wakil Ketua PWNU Saleh Hayat.
Saleh mengatakan 12 lokasi yang menjadi titik untuk Rukyatul Hilal di antaranya Pantai Tanjung Kodok Lamongan, Pantai Ngliyep Malang Selatan, Pantai Gili Ketapang Banyuwangi, Pantai Ngamplung Jember, Pantai Kenjeran dan Pantai Serang Blitar, serta Bukit Condro Dipo Gresik.
Dari tim tersebut ada dua tim yang dibekali menggunakan teropong untuk melihat hilal, yakni di Pantai Serang Blitar dan Bukit Condro Dipo Gresik. Selebihnya, tim menggunakan pengamatan dengan mata telanjang.
Menurut Saleh, perkiraan awal puasa diprediksi pada 20-21 Juli. Namun, tetap mengacu pada hasil rukyatul hilal ini. Saleh juga mengatakan jika tim tersebut sudah bisa melihat hilal maka akan dilakukan sumpah oleh hakim yang telah disepakati. Selanjutnya, hasil sumpah itu akan dibawa ke sidang Isbat Kementerian Agama.
Sementara itu Pengurus Pusat Muhammadiyah memastikan awal puasa atau 1 Ramadan jatuh pada 20 Juli 2012 mendatang. Kepastian ini setelah tim dari Pengurus Wilayah (PWM) Jatim meyakini jika wujud hilal pada 19 Juli 2012 mendatang akan tampak di ketinggian 1 derajat lebih 44 menit hingga 2 derajat lebih 08 menit.
(lil)