Ical bisa terganjal kasus Alquran
Senin, 16 Juli 2012 - 08:46 WIB
Ical bisa terganjal kasus Alquran
A
A
A
Sindonews.com - Kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Alquran yang menyeret sejumlah politikus Partai Golkar diprediksi akan berdampak negatif terhadap pencapresan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai ketua umum partai berlambang beringin itu.
CEO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Grace Natalie mengatakan, dalam pemilihan presiden (pilpres), masyarakat pemilih akan benar-benar melihat figur dari para kandidat yang berlaga.
Namun, meski peserta pilpres adalah perseorangan, figur yang muncul tidak akan bisa lepas dari partai politik (parpol) yang dipimpinnya. Apalagi pengusung pasangan capres dan cawapres adalah parpol atau gabungan parpol.
“Jadi kasus itu tentu akan berdampak terhadap figur,” ujar Grace di Jakarta akhir pekan lalu.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah mengungkapkan, kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran akan mengikis tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Golkar.
“Sekarang rakyat sangat membenci korupsi, maka saat ada kader partai yang terlibat korupsi, partai itu akan ditinggalkan rakyat,” katanya.
Menurut dia, sebagian umat Islam akan berpikir ulang untuk memilih partai pimpinan Ical ini.
Otomatis, potensi suara untuk Ical dari para konstituen Golkar pada 2014 mendatang juga terancam. Diberitakan sebelumnya, salah satu tersangka kasus ini, Zulkarnain Djabar, adalah anggota DPR dari Golkar sekaligus wakil ketua umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).
Tersangka lainnya, Dendy Prasetya, juga menjabat sebagai sekretaris jenderal Gema Ormas MKGR.
Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Tantowi Yahya mengakui, kasus Zulkarnaen berpotensi memberi implikasi negatif terhadap dukungan untuk partainya. Namun, kata dia, Golkar akan terus melihat perkembangankasusini.
“Tersangka belum tentu bersalah. Tapi kasus ini sedikit banyak memang dapat berdampak pada citra, popularitas, dan elektabilitas Golkar. Suka atau tidak suka,” katanya.
Golkar dan PPP
Pakar filsafat politik dari Universitas Indonesia (UI) Donny Gahral Adian memandang, dalam kasus ini,citra Golkar akan menjadi korban pertama, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) korban kedua.
Seperti diketahui, pengadaan Alquran merupakan proyek di Kementerian Agama. Menteri Agama saat ini adalah Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali. Donny menilai, dukungan publik terhadap Golkar dan PPP bisa menurun, apalagi kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran sangat menarik perhatian publik karena terkait dengan hal yang sangat sensitif.
“Sejauh ini, pusat perhatian masih ke Golkar kecuali proses penyidikan menunjukkan ada keterlibatan unsur PPP baik di eksekutif maupun di legislatif, dalam hal ini Badan Anggaran DPR,” kata Donny.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan publik telah mencatat para politikus yang diduga melakukan perbuatan tercela dan sudah mencatat partainya.
“Sedikit banyak, kasus korupsi tersebut akan berpengaruh terhadap legitimasi partai, termasuk simpati terhadap jajaran pimpinannya,” ujar Siti. Dia juga mengingatkan, Suryadharma Ali bisa saja terpojok bila suatu saat penyidikan semakin berkembang atau ada pihak yang memolitisasinya.
CEO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Grace Natalie mengatakan, dalam pemilihan presiden (pilpres), masyarakat pemilih akan benar-benar melihat figur dari para kandidat yang berlaga.
Namun, meski peserta pilpres adalah perseorangan, figur yang muncul tidak akan bisa lepas dari partai politik (parpol) yang dipimpinnya. Apalagi pengusung pasangan capres dan cawapres adalah parpol atau gabungan parpol.
“Jadi kasus itu tentu akan berdampak terhadap figur,” ujar Grace di Jakarta akhir pekan lalu.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah mengungkapkan, kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran akan mengikis tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Golkar.
“Sekarang rakyat sangat membenci korupsi, maka saat ada kader partai yang terlibat korupsi, partai itu akan ditinggalkan rakyat,” katanya.
Menurut dia, sebagian umat Islam akan berpikir ulang untuk memilih partai pimpinan Ical ini.
Otomatis, potensi suara untuk Ical dari para konstituen Golkar pada 2014 mendatang juga terancam. Diberitakan sebelumnya, salah satu tersangka kasus ini, Zulkarnain Djabar, adalah anggota DPR dari Golkar sekaligus wakil ketua umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).
Tersangka lainnya, Dendy Prasetya, juga menjabat sebagai sekretaris jenderal Gema Ormas MKGR.
Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Tantowi Yahya mengakui, kasus Zulkarnaen berpotensi memberi implikasi negatif terhadap dukungan untuk partainya. Namun, kata dia, Golkar akan terus melihat perkembangankasusini.
“Tersangka belum tentu bersalah. Tapi kasus ini sedikit banyak memang dapat berdampak pada citra, popularitas, dan elektabilitas Golkar. Suka atau tidak suka,” katanya.
Golkar dan PPP
Pakar filsafat politik dari Universitas Indonesia (UI) Donny Gahral Adian memandang, dalam kasus ini,citra Golkar akan menjadi korban pertama, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) korban kedua.
Seperti diketahui, pengadaan Alquran merupakan proyek di Kementerian Agama. Menteri Agama saat ini adalah Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali. Donny menilai, dukungan publik terhadap Golkar dan PPP bisa menurun, apalagi kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran sangat menarik perhatian publik karena terkait dengan hal yang sangat sensitif.
“Sejauh ini, pusat perhatian masih ke Golkar kecuali proses penyidikan menunjukkan ada keterlibatan unsur PPP baik di eksekutif maupun di legislatif, dalam hal ini Badan Anggaran DPR,” kata Donny.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan publik telah mencatat para politikus yang diduga melakukan perbuatan tercela dan sudah mencatat partainya.
“Sedikit banyak, kasus korupsi tersebut akan berpengaruh terhadap legitimasi partai, termasuk simpati terhadap jajaran pimpinannya,” ujar Siti. Dia juga mengingatkan, Suryadharma Ali bisa saja terpojok bila suatu saat penyidikan semakin berkembang atau ada pihak yang memolitisasinya.
(lns)