Busyro bantah KPK pecah
Sabtu, 14 Juli 2012 - 13:00 WIB
Busyro bantah KPK pecah
A
A
A
Sindonews.com - Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar) hingga kini belum ditingkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Kabar yang berkembang, lambannya penetapan itu lantaran sedang terjadi perpecahan di tingkat pimpinan KPK.
Ketika dikonfirmasi soal itu, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan, bukan perpecahkan yang terjadi di KPK sehingga menghalangi penanganan kasus Hambalang.
Menurutnya, lima pimpinan KPK masih tetap solid dalam menyelidiki kasus P3SON tersebut. Tidak ada perpecahan seperti rumor selama ini.
"Sampai sekarang tidak ada perbedaan pendapat apalagi konflik pendapat di antara lima orang pimpinan, semuanya tetap solid," kata Busyro kepada wartawan di Banten, Sabtu (14/7/2012).
Menurut Busyro, belum naiknya proses penyelidikan ke tahap penyidikan karena banyak hal yang masih perlu didalami.
Pendalaman dilakukan dengan meminta keterangan dari pihak-pihak yang terkait. Salah satunya dari Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Any Rahmawati, dan baru dilakukan Kamis 12 Juli kemarin.
"Kami masih mengembangkan dengan minta keterangan Wamenkeu, Bu Any. Kami pastikan penyelidikan kasus ini tidak berhenti dan tidak pernah berhenti," tandas Busyro.
Untuk mengembangkan penyelidikan kasus ini kata Busyro, KPK telah memeriksa sekitar 70 orang.
Antara lain eks Kepala BPN Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR Ignatius Mulyono, Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat Munadi Herlambang, Menpora Andi Mallarangeng hingga istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyya Laila.
Kabar yang berkembang, lambannya penetapan itu lantaran sedang terjadi perpecahan di tingkat pimpinan KPK.
Ketika dikonfirmasi soal itu, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan, bukan perpecahkan yang terjadi di KPK sehingga menghalangi penanganan kasus Hambalang.
Menurutnya, lima pimpinan KPK masih tetap solid dalam menyelidiki kasus P3SON tersebut. Tidak ada perpecahan seperti rumor selama ini.
"Sampai sekarang tidak ada perbedaan pendapat apalagi konflik pendapat di antara lima orang pimpinan, semuanya tetap solid," kata Busyro kepada wartawan di Banten, Sabtu (14/7/2012).
Menurut Busyro, belum naiknya proses penyelidikan ke tahap penyidikan karena banyak hal yang masih perlu didalami.
Pendalaman dilakukan dengan meminta keterangan dari pihak-pihak yang terkait. Salah satunya dari Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Any Rahmawati, dan baru dilakukan Kamis 12 Juli kemarin.
"Kami masih mengembangkan dengan minta keterangan Wamenkeu, Bu Any. Kami pastikan penyelidikan kasus ini tidak berhenti dan tidak pernah berhenti," tandas Busyro.
Untuk mengembangkan penyelidikan kasus ini kata Busyro, KPK telah memeriksa sekitar 70 orang.
Antara lain eks Kepala BPN Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR Ignatius Mulyono, Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat Munadi Herlambang, Menpora Andi Mallarangeng hingga istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyya Laila.
(lns)