Rekam jejak harus masuk syarat seleksi
Kamis, 12 Juli 2012 - 08:44 WIB
Rekam jejak harus masuk syarat seleksi
A
A
A
Sindonews.com – Parpol perlu melakukan seleksi ketat terhadap para kadernya di parlemen, baik DPR maupun DPRD, yang bakal maju lagi menjadi calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2014.
Direktur Lingkar Masyarakat Madani untuk Indonesia (LiMa) Ray Rangkuti mengatakan, partai sudah selayaknya melakukan seleksi yang jauh lebih ketat terhadap bakal caleg yang sekarang sedang duduk di parlemen dibandingkan bakal caleg yang benar-benar baru.
Menurut Ray, semakin memburuknya citra lembaga legislatif saat ini tidak lepas dari peran para wakil rakyat hasil Pemilu 2009. Meski begitu, dia mengakui bahwa ulah beberapa anggota parlemen yang mencoreng wajah partai dan lembaga legislatif tidak bisa digeneralisasi.
“Yang penting, ada standar yang jelas dan tegas. Standar ini mencakup rekam jejak kader partai selama dia duduk di parlemen selama ini. Apakah pernah tersangkut masalah atau kasus hukum. Dari sana bisa dilihat lebih jelas siapa yang masih layak menjadi caleg dan siapa yang tidak perlu dicalonkan lagi,” papar Ray di Jakarta, Rabu 11 Juli 2012.
Menurut Ray, mekanisme pencalegan seperti ini merupakan implementasi nyata dari sistem reward and punishment dari partai terhadap para kadernya.
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hanif Dahkiri mengatakan, dalam pemilu dengan sistem proporsional terbuka sudah tentu masalah figur menjadi pertimbangan penting partainya dalam menyusun caleg. Namun, dia memastikan bahwa kriteria tetap menjadi acuan utama siapa yang bakal dipasang dalam daftar caleg nanti.
“Soal figur, kami tentu siapkan sebaik-baiknya dari beragam latar belakang,”katanya.
Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan, partainya sudah melakukan langkah-langkah strategis dalam rekrutmen caleg. “Saat ini jumlah bakal caleg PAN telah semakin bertambah. Sesuai dengan UU Pemilu No 8 Tahun 2012 bahwa jumlah caleg suatu partai politik maksimal 100% dari jumlah kursi yang diperebutkan,” katanya.
Bakal caleg PAN, lanjut dia, diutamakan dari kader partai sendiri. Selain itu PAN membuka pendaftaran bakal caleg dari unsur tokoh masyarakat/adat/agama dan kaum profesional, termasuk artis. Dengan kriteria yang jelas, PAN akan melakukan seleksi bagi kader maupun figur internal yang hendak maju di Pemilu Legislatif 2014 dari PAN.
Sementara itu, Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengungkapkan, saat ini partainya sedang dalam tahap melakukan inventarisasi bakal caleg. Para caleg di semua tingkatan harus berjumlah tiga kali dari kebutuhan, kemudian disaring lagi menjadi dua kali kebutuhan. PDIP juga melakukan psikotes terhadap para bakal caleg.
“Mereka yang lolos wajib ikuti diklat kaderisasi partai agar ada pemahaman yang sama sebagai kader partai ideologis,” katanya.
Direktur Lingkar Masyarakat Madani untuk Indonesia (LiMa) Ray Rangkuti mengatakan, partai sudah selayaknya melakukan seleksi yang jauh lebih ketat terhadap bakal caleg yang sekarang sedang duduk di parlemen dibandingkan bakal caleg yang benar-benar baru.
Menurut Ray, semakin memburuknya citra lembaga legislatif saat ini tidak lepas dari peran para wakil rakyat hasil Pemilu 2009. Meski begitu, dia mengakui bahwa ulah beberapa anggota parlemen yang mencoreng wajah partai dan lembaga legislatif tidak bisa digeneralisasi.
“Yang penting, ada standar yang jelas dan tegas. Standar ini mencakup rekam jejak kader partai selama dia duduk di parlemen selama ini. Apakah pernah tersangkut masalah atau kasus hukum. Dari sana bisa dilihat lebih jelas siapa yang masih layak menjadi caleg dan siapa yang tidak perlu dicalonkan lagi,” papar Ray di Jakarta, Rabu 11 Juli 2012.
Menurut Ray, mekanisme pencalegan seperti ini merupakan implementasi nyata dari sistem reward and punishment dari partai terhadap para kadernya.
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hanif Dahkiri mengatakan, dalam pemilu dengan sistem proporsional terbuka sudah tentu masalah figur menjadi pertimbangan penting partainya dalam menyusun caleg. Namun, dia memastikan bahwa kriteria tetap menjadi acuan utama siapa yang bakal dipasang dalam daftar caleg nanti.
“Soal figur, kami tentu siapkan sebaik-baiknya dari beragam latar belakang,”katanya.
Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan, partainya sudah melakukan langkah-langkah strategis dalam rekrutmen caleg. “Saat ini jumlah bakal caleg PAN telah semakin bertambah. Sesuai dengan UU Pemilu No 8 Tahun 2012 bahwa jumlah caleg suatu partai politik maksimal 100% dari jumlah kursi yang diperebutkan,” katanya.
Bakal caleg PAN, lanjut dia, diutamakan dari kader partai sendiri. Selain itu PAN membuka pendaftaran bakal caleg dari unsur tokoh masyarakat/adat/agama dan kaum profesional, termasuk artis. Dengan kriteria yang jelas, PAN akan melakukan seleksi bagi kader maupun figur internal yang hendak maju di Pemilu Legislatif 2014 dari PAN.
Sementara itu, Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengungkapkan, saat ini partainya sedang dalam tahap melakukan inventarisasi bakal caleg. Para caleg di semua tingkatan harus berjumlah tiga kali dari kebutuhan, kemudian disaring lagi menjadi dua kali kebutuhan. PDIP juga melakukan psikotes terhadap para bakal caleg.
“Mereka yang lolos wajib ikuti diklat kaderisasi partai agar ada pemahaman yang sama sebagai kader partai ideologis,” katanya.
(lil)