Hartati bantah suap Bupati Buol
Rabu, 11 Juli 2012 - 13:43 WIB
Hartati bantah suap Bupati Buol
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pembina Partai (DPP) Demokrat Hartati Murdaya membantah melakukan suap terhadap Bupati Buol Amran Batalipu agar menerbitkan penerbitan Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Hartati juga membantah telah memerintahkan anak buahnya di PT Hardaya Inti Plantation, Yani Anshori untuk melakukan suap terhadap Amran sebesar Rp3 miliar.
"Saya hanya bisa menyatakan tidak bersuap, enggak ada suap," ujar Hartati usai mencoblos di TPS 01, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012).
Lebih jauh, bos kelapa sawit itu mengaku, semua pemberitaan media terhadap dirinya fitnah. "Demi Tuhan saya sebagai orang beragama, saya tidak berbohong," tegasnya.
Untuk itu, dia siap memberikan klarifikasi ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika diperlukan. "Siap menjalani pemeriksaan, akan menjelaskan secara jujur," terangnya.
Seperti diketahui, Hartati diduga memiliki peran penting dalam kasus korupsi penerbitan HGU perkebunan kelapa sawit, di kabupaten Buol, Sulteng.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peran Hartati dalam suap itu adalah memerintahkan anak buahnya untuk memberikan suap kepada Amran. Suap itu diketahui sebagai dana pelicin untuk pelancaran terbitnya HGU perkebunan perusahaan milik Hartati yang ada di Palu.
Dia diduga telah memerintahkan salah seorang pegawainya di PT Hardaya Inti Plantation, Yani Anshori untuk memberikan upeti kepada Amran. Uang yang digunakan untuk suap itu sebesar Rp3 miliar.
Hartati juga membantah telah memerintahkan anak buahnya di PT Hardaya Inti Plantation, Yani Anshori untuk melakukan suap terhadap Amran sebesar Rp3 miliar.
"Saya hanya bisa menyatakan tidak bersuap, enggak ada suap," ujar Hartati usai mencoblos di TPS 01, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012).
Lebih jauh, bos kelapa sawit itu mengaku, semua pemberitaan media terhadap dirinya fitnah. "Demi Tuhan saya sebagai orang beragama, saya tidak berbohong," tegasnya.
Untuk itu, dia siap memberikan klarifikasi ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika diperlukan. "Siap menjalani pemeriksaan, akan menjelaskan secara jujur," terangnya.
Seperti diketahui, Hartati diduga memiliki peran penting dalam kasus korupsi penerbitan HGU perkebunan kelapa sawit, di kabupaten Buol, Sulteng.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peran Hartati dalam suap itu adalah memerintahkan anak buahnya untuk memberikan suap kepada Amran. Suap itu diketahui sebagai dana pelicin untuk pelancaran terbitnya HGU perkebunan perusahaan milik Hartati yang ada di Palu.
Dia diduga telah memerintahkan salah seorang pegawainya di PT Hardaya Inti Plantation, Yani Anshori untuk memberikan upeti kepada Amran. Uang yang digunakan untuk suap itu sebesar Rp3 miliar.
(san)