Golkar harus tegas tindak ZD
Kamis, 05 Juli 2012 - 17:12 WIB
Golkar harus tegas tindak ZD
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar belum mengambil keputusan apapun terhadap Zulkarnaen Djabar (ZD) kader yang tersangkut kasus korupsi pengadaan Alquran.
Menurut Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto jika Golkar langsung nonaktifkan ZD maka akan membawa dampak positif.
"Penonaktifan memang bisa menjadi pilihan, karena bagaimanapun tindakan korupsi sebagai 'ultimate crime' sekaligus objek yang dikorup oleh ZD itu kan sangat sensitif dan memiliki resiko 'double impact'," tukas Gun-Gun saat dihubungan wartawan, Kamis (5/7/2012).
Menurutnya, publik muak bukan hanya karena korupsinya, tetapi yang dikorupsi itu sesuatu yang menjadi simbol keluhuran umat mayoritas di Indonesia yakni umat Islam.
Jika Golkar membiarkan, lepas tangan atau bahkan memproteksi pelaku karena alasan 'esprit de Corp', lanjut Gun-Gun, maka sangat mungkin kasus ini secara snow ball terus menggerus citra kekinian partai berlambang beringin itu.
Ditetapkannya ZD sebagai tersangka sangat berpengaruh pada persepsi publik terkait dengan eksistensi Partai Golkar. Apalagi korupsi yang dilakukan di Kemenag tersebut berdekatan dengan momentum politik yakni Pemilu 2014.
Meskipun kasus tersebut itu tidak langsung berhubungan dengan Ical dan upaya pencapresan, akan tetapi bisa mendelegitimasi Golkar di Pemilu 2014. Ini soal momentum dan irisan opini publik dengan kasus yang bisa membentuk 'political news framing' tertentu di media.
"Menguaknya kasus ini ke ruang publik dilihat dari sudut komunikasi politik tentunya menjadi 'political news framing' negatif, tentunya akan menjadi bola liar jika tidak dikendalikan dengan baik," pungkasnya.(lin)
Menurut Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto jika Golkar langsung nonaktifkan ZD maka akan membawa dampak positif.
"Penonaktifan memang bisa menjadi pilihan, karena bagaimanapun tindakan korupsi sebagai 'ultimate crime' sekaligus objek yang dikorup oleh ZD itu kan sangat sensitif dan memiliki resiko 'double impact'," tukas Gun-Gun saat dihubungan wartawan, Kamis (5/7/2012).
Menurutnya, publik muak bukan hanya karena korupsinya, tetapi yang dikorupsi itu sesuatu yang menjadi simbol keluhuran umat mayoritas di Indonesia yakni umat Islam.
Jika Golkar membiarkan, lepas tangan atau bahkan memproteksi pelaku karena alasan 'esprit de Corp', lanjut Gun-Gun, maka sangat mungkin kasus ini secara snow ball terus menggerus citra kekinian partai berlambang beringin itu.
Ditetapkannya ZD sebagai tersangka sangat berpengaruh pada persepsi publik terkait dengan eksistensi Partai Golkar. Apalagi korupsi yang dilakukan di Kemenag tersebut berdekatan dengan momentum politik yakni Pemilu 2014.
Meskipun kasus tersebut itu tidak langsung berhubungan dengan Ical dan upaya pencapresan, akan tetapi bisa mendelegitimasi Golkar di Pemilu 2014. Ini soal momentum dan irisan opini publik dengan kasus yang bisa membentuk 'political news framing' tertentu di media.
"Menguaknya kasus ini ke ruang publik dilihat dari sudut komunikasi politik tentunya menjadi 'political news framing' negatif, tentunya akan menjadi bola liar jika tidak dikendalikan dengan baik," pungkasnya.(lin)
(lns)