Kita harus bangga dengan bangsa Indonesia

Kamis, 21 Juni 2012 - 18:29 WIB
Kita harus bangga dengan...
Kita harus bangga dengan bangsa Indonesia
A A A
Sindonews.com - Hasil penelitian kontroversial baru-baru ini dikeluarkan lembaga riset nirlaba The Fund for Peace. Dalam penelitiannya, lembaga itu merilis, Indonesia masuk dalam daftar indeks negara gagal.

Hasil penelitian itu kontan menimbulkan reaksi dari para politikus Senayan. Reaksi yang cukup keras datang dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie. Bukan hanya tidak percaya hasil penelitian tersebut, Marzuki justru balik mempertanyakan kredibilitas lembaga itu.

"Ekonomi kita tumbuh di antara negara di dunia itu, termasuk negara sukses dan diapresiasi oleh negara Eropa bahwa Indonesia mampu mangatasi krisis, kok kita dianggap gagal? Dari sisi pertumbuhan ekonomi bagus kok," ujar Marzuki masih tidak percaya survei itu, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (21/6/2012).

Ditambahkan dia, masyarakat juga jangan mudah langsung percaya dengan penelitian lembaga asing. "Lebih mempercayai orang luar negeri yang dengan tanda kutip kadang kala punya agenda terselubung. Kita sendiri tidak mempercyai IMF, tapi ketika ada orang dari luar memberi nilai, langsung percaya. Kenapa kita tidak percaya IMF saja," terangnya.

Lebih lanjut, Marzuki mengakui, memang masih ada kesenjangan ekonomi. Sudah menjadi tugas bersama mengatasi kemiskinan itu. Dari keamanan juga, Indonesia sudah berangsur membaik, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hak rakyat, seperti pendidikan dan kesehatan murah sudah mulai dipenuhi.

"Kok kita langsung apresiasi penilaian orang yang pada dasarnya tidak jelas tujuannya," katanya penuh tanda tanya.

Seharusnya, lanjut Marzuki, masyarakat bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Sebab bangsa ini bisa mandiri, meskipun masih belum sempurna. Tentu kesempurnaan itu masih membutuhkan waktu, apalagi secara geografis Indonesia sangat luas. Hasil survei FFP jangan sampai menjadi polemik bangsa, cukup didengarkan dan menjadi kritik saja.

"Dengarkan saja, jangan jadi polemik bangsa ini. Kritik orang kita dengarkan, yang penting itu bukan indikator kegagalan negara, ekonomi tumbuh, cadangan devisi kita di atas USD100 miliar. Kecuali cadangan devisi kita negatif, itu pertanda ekonomi sudah gagal," pungkasnya. (san)
()
Berita Terkini
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved