Nazaruddin tuding Menpora & Anas rekayasa proyek Hambalang
Selasa, 05 Juni 2012 - 13:33 WIB
Nazaruddin tuding Menpora & Anas rekayasa proyek Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Terpidana kasus suap Wisma Atlet SEA Games Muhammad Nazarudin menuding, dana yang digunakan dalam pembangunan Sport Centre Hambalang di Sentul Bogor merupakan hasil rekayasa bersama antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
"Sebenarnya dana hambalang itu baru perencanaannya. Itu sudah diatur oleh Menpora dan Anas. Jadi kalo bilang dia tidak tahu, itu semua bohong," ujar Nazarudin di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2012).
Nazarudin juga membenarkan, anggaran pembangunan Sport Centre Hambalang sebesar Rp2,5 triliun dan bukan Rp1,2 triliun seperti yang diributkan saat ini. "Itu dari awal yang dibicarakan Menpora sama Anas. Itu memang diatur dari awal," tambah Nazarudin.
Tudingan Nazaruddin terhadap Menpora dan Anas di depan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kali ini sebenarnya bukan untuk yang pertama kali. Dalam pemeriksaan sebelumnya dan saat menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, dia juga sering menyebut nama kedua elite Partai Demokrat itu.
Nazaruddin menuding, Menpora dan Anas terlibat langsung kasus korupsi pembangunan Sport Centre Hambalang. Selanjutnya, dana itu yang dijadikan Anas dalam memenangkan pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat di Bandung. (san)
"Sebenarnya dana hambalang itu baru perencanaannya. Itu sudah diatur oleh Menpora dan Anas. Jadi kalo bilang dia tidak tahu, itu semua bohong," ujar Nazarudin di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2012).
Nazarudin juga membenarkan, anggaran pembangunan Sport Centre Hambalang sebesar Rp2,5 triliun dan bukan Rp1,2 triliun seperti yang diributkan saat ini. "Itu dari awal yang dibicarakan Menpora sama Anas. Itu memang diatur dari awal," tambah Nazarudin.
Tudingan Nazaruddin terhadap Menpora dan Anas di depan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kali ini sebenarnya bukan untuk yang pertama kali. Dalam pemeriksaan sebelumnya dan saat menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, dia juga sering menyebut nama kedua elite Partai Demokrat itu.
Nazaruddin menuding, Menpora dan Anas terlibat langsung kasus korupsi pembangunan Sport Centre Hambalang. Selanjutnya, dana itu yang dijadikan Anas dalam memenangkan pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat di Bandung. (san)
()