Masih diam, SBY hati-hati soal koalisi
Sabtu, 07 April 2012 - 12:06 WIB
Masih diam, SBY hati-hati soal koalisi
A
A
A
Sindonews.com - Hingga hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang belum menentukan sikap terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memilih berseberangan dengan pemerintah.
Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, sikap presdien itu menunjukan kehati-hatian.
"Saya lebih tepat bilang, presiden kita ini hati - hati, masa seorang militer penakut," tutur Tifatul dalam pidato politik peluncuran buku "Sepanjang Jalan Dakwah Tifatull Sembiring" di Gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu (7/4/2012).
Tifatul yang datang didampingi sang istri, Sri Rahayu Purwitaningsih, dan putra bungsunya juga menyayangkan banyaknya pemberitaan yang bernada provokatif tentang koalisi. "Seperti pengkhianatan, tendang dari koalisi dan presiden ragu. Seolah-olah negeri ini akan hancur, saya tidak setuju dengan itu," imbuhnya.
Jika partai politik (parpol) terlibat emosi, dan semuanya mengikuti emosi itu maka kata Tifatul negara ini akan hancur.
"Janganlah kita provokasi terus menerus masyarakat ini. Selama 2,5 tahun di kabinet ini, saya lihat presiden memang ada kekurangan dan kelebihannya, tapi beliau mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bangsa," tambahnya.
Menurutnya, presiden tidak pernah berbicara kasar. "Seharusnya yang ngaku insan dakwah harus santun lagi berbicara pada publik," lanjutnya.
Tifatul pun langsung mengeluarkan pantun yang berkalimat, "Siapa berkata kasar banyak orang jadi gusar, siapa berkata lembut banyak orang jadi pengikut," ujarnya berpantun.
Sementara itu, dalam buku yang diluncurkan itu, Tifatul menceritakan tentang kisah perjuangannya mulai dari pendirian Partai Keadilan (PK), sebagai cikal bakal PKS, hingga menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II saat ini.
Selain karir politik, Tifatul juga mengisahkan keberadaan PKS sejak bergabung dengan koalisi mendukung Presiden SBY dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Menurut penerbit Dharma Pena, dalam buku itu memuat banyak kisah PKS yang belum pernah diungkapkan ke hadapan publik (The Untold Story) dan murni suara dari dalam warga PKS.(lin)
Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, sikap presdien itu menunjukan kehati-hatian.
"Saya lebih tepat bilang, presiden kita ini hati - hati, masa seorang militer penakut," tutur Tifatul dalam pidato politik peluncuran buku "Sepanjang Jalan Dakwah Tifatull Sembiring" di Gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu (7/4/2012).
Tifatul yang datang didampingi sang istri, Sri Rahayu Purwitaningsih, dan putra bungsunya juga menyayangkan banyaknya pemberitaan yang bernada provokatif tentang koalisi. "Seperti pengkhianatan, tendang dari koalisi dan presiden ragu. Seolah-olah negeri ini akan hancur, saya tidak setuju dengan itu," imbuhnya.
Jika partai politik (parpol) terlibat emosi, dan semuanya mengikuti emosi itu maka kata Tifatul negara ini akan hancur.
"Janganlah kita provokasi terus menerus masyarakat ini. Selama 2,5 tahun di kabinet ini, saya lihat presiden memang ada kekurangan dan kelebihannya, tapi beliau mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bangsa," tambahnya.
Menurutnya, presiden tidak pernah berbicara kasar. "Seharusnya yang ngaku insan dakwah harus santun lagi berbicara pada publik," lanjutnya.
Tifatul pun langsung mengeluarkan pantun yang berkalimat, "Siapa berkata kasar banyak orang jadi gusar, siapa berkata lembut banyak orang jadi pengikut," ujarnya berpantun.
Sementara itu, dalam buku yang diluncurkan itu, Tifatul menceritakan tentang kisah perjuangannya mulai dari pendirian Partai Keadilan (PK), sebagai cikal bakal PKS, hingga menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II saat ini.
Selain karir politik, Tifatul juga mengisahkan keberadaan PKS sejak bergabung dengan koalisi mendukung Presiden SBY dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Menurut penerbit Dharma Pena, dalam buku itu memuat banyak kisah PKS yang belum pernah diungkapkan ke hadapan publik (The Untold Story) dan murni suara dari dalam warga PKS.(lin)
()