PKS didesak keluar koalisi sejak 2 tahun lalu
Kamis, 05 April 2012 - 17:25 WIB
PKS didesak keluar koalisi sejak 2 tahun lalu
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq mengatakan, desakan terhadap PKS untuk segera mundur dari koalisi tidak hanya sekarang, tetapi sudah ada sejak beberapa tahun lalu.
"Desakan itu bukan hanya sekarang, sudah sejak lama, dan mungkin sejak 2 tahun yang lalu," tutur Luthfi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4/2012).
Meski mendapat tekanan, Lanjut Luthfi tidak gegabah dalam mengambil sikap, desakan di lapangan sesama politisi dianggap suatu hal yang lumrah.
"Kita mungkin biasa soal desakan-desakan di lapangan, kita semuanya masih bisa mengerti tentang ekspresi lapangan," jelasnya.
Luthfi juga tidak akan meminta penjelasan dari ketua Sekretaris Gabungan (Setgab) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait suasana politik yang kian memanas. Tapi sampai saat ini partai berlambang dua bulan sabit ini belum ada ancang-ancang untuk keluar dari koalisi.
"Saya rasa tidak harus meminta penjelasan apapun kepada ketua Setgab, karena memang dinamika politik seperti itu. Sampai saat ini belum ada langkah-langkah untuk keluar dari Setgab," tukasnya.
Seperti diketahui, dalam rapat paripurna terakhir, PKS berani bersebrangan dengan sikap pemerintah dengan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), lantaran sikapnya yang tidak sejalan itu, PKS didesak untuk segera keluar dari koalisi. (wbs)
"Desakan itu bukan hanya sekarang, sudah sejak lama, dan mungkin sejak 2 tahun yang lalu," tutur Luthfi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4/2012).
Meski mendapat tekanan, Lanjut Luthfi tidak gegabah dalam mengambil sikap, desakan di lapangan sesama politisi dianggap suatu hal yang lumrah.
"Kita mungkin biasa soal desakan-desakan di lapangan, kita semuanya masih bisa mengerti tentang ekspresi lapangan," jelasnya.
Luthfi juga tidak akan meminta penjelasan dari ketua Sekretaris Gabungan (Setgab) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait suasana politik yang kian memanas. Tapi sampai saat ini partai berlambang dua bulan sabit ini belum ada ancang-ancang untuk keluar dari koalisi.
"Saya rasa tidak harus meminta penjelasan apapun kepada ketua Setgab, karena memang dinamika politik seperti itu. Sampai saat ini belum ada langkah-langkah untuk keluar dari Setgab," tukasnya.
Seperti diketahui, dalam rapat paripurna terakhir, PKS berani bersebrangan dengan sikap pemerintah dengan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), lantaran sikapnya yang tidak sejalan itu, PKS didesak untuk segera keluar dari koalisi. (wbs)
()