Tolak kenaikan BBM, voting pasal cuma political game
Sabtu, 31 Maret 2012 - 13:32 WIB
Tolak kenaikan BBM, voting pasal cuma political game
A
A
A
Sindonews.com - Pengambilan keputusan dalam voting pasal 6 butir a merupakan retorika soal Indonesian Crude Price (ICP) 15 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P), permainan pasal dan bagian dari skenario elit untuk mengaburkan sunstansi sekaligus muka para politisi di panggung depan Paripurna.
"Meski tidak paham detil publik, ada 'political game' yang sesungguhnya tidak selalu relevan dengan ekspektasi publik," tutur pengamat politik Gun Gun Heryanto kepada Sindonews, Sabtu (31/3/2012)
Selain itu Heryanto menilai kesuksesan menyisipkan pasal 7 ayat 6 butir a merupakan simbol kesuksesan menyuguhkan kepalsuan kepada rakyat.
"Peristiwa semalam semacam simulasi realitas yang sempurna menjadi kepalsuan yang otentik (absolute fake)," ucapnya.
Aksi bringas dari para demontrans dinilai sebagai bentuk kekecewaan dari masyarakat, hal itu bisa dilihat ketika mahasiswa yang ikut menyaksikan sidang paripurna terlibat bentrok dengan pamdal yang bertugas dalam ruang paripurna.
"Ya itu menjadi bukti ekspresi kekesalan kan dari pilihan-pilihan politis para politisi yang melakukan dramaturgi politik. Munculnya gerakan ekstraparlementer kan menjadi penegas, akan resistensi khalayak," katanya.
Gun Gun mengatakan, dirinya mengapresiasi pihak-pihak yang konsisten menolak atau pro kenaikan, yang paling mengesalkan adalah fraksi yang berdramaturgi. Misalnya sikap Golkar dan PPP yang penuh kepura-puraan.
"Meskipun semua politisi yang pro opsi dua pun sudah pasti akan dicatat publik karena apa yang mereka putuskan mendapat liputan luas," tukasnya. (wbs)
"Meski tidak paham detil publik, ada 'political game' yang sesungguhnya tidak selalu relevan dengan ekspektasi publik," tutur pengamat politik Gun Gun Heryanto kepada Sindonews, Sabtu (31/3/2012)
Selain itu Heryanto menilai kesuksesan menyisipkan pasal 7 ayat 6 butir a merupakan simbol kesuksesan menyuguhkan kepalsuan kepada rakyat.
"Peristiwa semalam semacam simulasi realitas yang sempurna menjadi kepalsuan yang otentik (absolute fake)," ucapnya.
Aksi bringas dari para demontrans dinilai sebagai bentuk kekecewaan dari masyarakat, hal itu bisa dilihat ketika mahasiswa yang ikut menyaksikan sidang paripurna terlibat bentrok dengan pamdal yang bertugas dalam ruang paripurna.
"Ya itu menjadi bukti ekspresi kekesalan kan dari pilihan-pilihan politis para politisi yang melakukan dramaturgi politik. Munculnya gerakan ekstraparlementer kan menjadi penegas, akan resistensi khalayak," katanya.
Gun Gun mengatakan, dirinya mengapresiasi pihak-pihak yang konsisten menolak atau pro kenaikan, yang paling mengesalkan adalah fraksi yang berdramaturgi. Misalnya sikap Golkar dan PPP yang penuh kepura-puraan.
"Meskipun semua politisi yang pro opsi dua pun sudah pasti akan dicatat publik karena apa yang mereka putuskan mendapat liputan luas," tukasnya. (wbs)
()