Sistem Pemilu terbuka butuh dana tinggi

Kamis, 29 Maret 2012 - 19:57 WIB
Sistem Pemilu terbuka...
Sistem Pemilu terbuka butuh dana tinggi
A A A
Sindonews.com - Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Kacung Marijan mengatakan, sistem pemilihan umum (Pemilu) terbuka cukup aspiratif untuk pemilih dalam menentukan pemimpinnya. Tapi tidak bisa dipungkiri sistem ini membutuhkan dana yang sangat tinggi.

"Kalau terbuka, pilihannya tergantung pemilih. Kalau tertutup, tergantung partai. Tapi sejak sistem terbuka, biayanya meningkat luar biasa," tutur Kacung Marijan dalam Dialog Publik Menyongsong Undang-Undang Pemilu Baru di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2012).

Kacung menambahkan, persaingan antar calon di internal partai juga tidak dapat dihindari. Tentu, dana yang dibutuhkan lebih tinggi dari Pemilu sebelumnya. "Semisal Pemilu 2004 yang menghabiskan dana Rp250 juta dan pada 2009 membutuhkan dana Rp1 miliar. Karena kompetensi setiap partai juga tinggi," terangnya.

Menurutnya, kualitas hasil pemilu tidak hanya ditentukan oleh sistem Pemilu. Tapi integritas calon pemimpin juga lebih penting. "Integritas orangnya juga perlu dipertimbangkan, bagaimana dia membangun karakter politisi, untuk konsisten dengan aspirasi masyarakat," tukas guru besar tersebut. (san)
()
Berita Terkini
Siap Hadapi Persidangan,...
Siap Hadapi Persidangan, Gus Yaqut: Ungkap Mana yang Benar dan Salah
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Akan Atur Royalti Dalam...
Akan Atur Royalti Dalam UU, Baleg DPR: Karya Jurnalistik juga Miliki Hak Cipta
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Dakwaan dr Tifa dan...
Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi
Mahfud MD Ungkap Skenario...
Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved