PKS: Keputusan kenaikan harga BBM jangan divoting
Senin, 26 Maret 2012 - 20:15 WIB
PKS: Keputusan kenaikan harga BBM jangan divoting
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusulkan agar pengambilan keputusan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak diambil dengan cara votting, tetapi dengan cara musyawarah.
"Saya belum bisa berandai-andai, yang jelas kami mendorong agar hal ini bisa selesai di Badan Anggaran (Banggar) DPR. Jadi tidak harus voting," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Mahfudz Siddiq kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2012).
Menurutnya, pengambilan keputusan menaikkan harga BBM dengan cara voting akan berdampak negatif kepada masyarakat bawah. Sebab, BBM belum naik sudah terjadi ketegangan di tengah masyarakat.
"Kalau voting, apapun opsinya itu akan hanya memicu ketegangan di masyarakat bawah. Sekarang sudah mulai panas, kami juga mempunyai kepentingan dan menunggu situasi secara nasional," terangnya.
Tak hanya itu, partai koalisi dan pendukung pemerintah ini juga mengaku serius menolak rencana kenaikan harga BBM dan melawan sikap koalisi mendukung kenaikan harga BBM. Sejauh ini, PKS terus berusaha menggodok dan mencari opsi lain agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM.
"Kami terus mendorong Pemerintah dan mencari opsi lain. Semua yang kami tawarkan, sudah kami diskusikan. Opsi-opsi lainnya apa, kemudahan pemerintah bersepakat dengan opsi lain yang kami diskusikan sehingga tidak harus ada kenaikan," pungkasnya. (san)
"Saya belum bisa berandai-andai, yang jelas kami mendorong agar hal ini bisa selesai di Badan Anggaran (Banggar) DPR. Jadi tidak harus voting," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Mahfudz Siddiq kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2012).
Menurutnya, pengambilan keputusan menaikkan harga BBM dengan cara voting akan berdampak negatif kepada masyarakat bawah. Sebab, BBM belum naik sudah terjadi ketegangan di tengah masyarakat.
"Kalau voting, apapun opsinya itu akan hanya memicu ketegangan di masyarakat bawah. Sekarang sudah mulai panas, kami juga mempunyai kepentingan dan menunggu situasi secara nasional," terangnya.
Tak hanya itu, partai koalisi dan pendukung pemerintah ini juga mengaku serius menolak rencana kenaikan harga BBM dan melawan sikap koalisi mendukung kenaikan harga BBM. Sejauh ini, PKS terus berusaha menggodok dan mencari opsi lain agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM.
"Kami terus mendorong Pemerintah dan mencari opsi lain. Semua yang kami tawarkan, sudah kami diskusikan. Opsi-opsi lainnya apa, kemudahan pemerintah bersepakat dengan opsi lain yang kami diskusikan sehingga tidak harus ada kenaikan," pungkasnya. (san)
()