Tolak BBM naik, PDIP bantah lakukan pencitraan

Sabtu, 17 Maret 2012 - 13:13 WIB
Tolak BBM naik, PDIP...
Tolak BBM naik, PDIP bantah lakukan pencitraan
A A A
Sindonews.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan membantah bahwa sikap penolakan partai tersebut dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 April 2012 mendatang berkaitan dengan pencitraan pada Pemilihan Presiden pada 2014 mendatang.

Tindakan penolakan tersebut, menurut anggota komisi XI DPR RI dari fraksi PDIP, Arif Budimanta mengatakan, sikap partai dalam melakukan penolakan kenaikan bahan bakar minyak tersebut murni karena pertimbangan faktor konstitusinal serta rasionalitas perekonomian.

"Saya rasa sikap kami ini tidak ada hubungannya dengan pilpres 2014 mendatang. Ini semata mata karena pertimbangan beberapa hal. Pertama kalkulasinya adalah pertimbangan konstitusioanal, kemudian yang kedua pertimbangan rasionalitas ekonomi kita secara keseluruhan kemudian yang ketiga realitas sosial yang ada di masyarakat," jelas Arif Budimantan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/3/2012).

Dia mengatakan, masyarakat menginginkan tidak terjadi kenaikan harga BBM, harga BBM belum naik saja , harga barang sudah naik.

"Pastinya jika BBM sudah naik harga barang kebutuhan pokok akan semakin menggila, dan menyusahkan rakyat," pungkasnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved