Demokrat: Iklan politik harus dibatasi

Rabu, 14 Maret 2012 - 13:23 WIB
Demokrat: Iklan politik...
Demokrat: Iklan politik harus dibatasi
A A A
Sindonews.com - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif, calon legislatif (caleg) cenderung jor-joran beriklan. Untuk menghindari pemborosan, maka iklan juga harus diatur dalam Undang-Undang Politik.

"Iklan juga harus diatur, bukan hanya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) saja yang mengatur. Tapi juga diatur dalam UU Politik. Langkah ini terutama untuk mengantisipasi Pileg maupun Pemilihan Umum Presiden (Pilpres), tujuannya menghindari jor-joran iklan," tutur Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah kepada wartawan di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Rabu (14/3/2012)

Pengaturan iklan parpol salah satunya, kata Jafar agar penyelenggaraan pemilu tak memakan biaya banyak. "Di dalam Pileg kecenderungan biaya tinggi. Untuk membatasi itu harus mengatur alat-alat kampanye termasuk iklan," ungkap Jafar.

"Jadi, pengaturan alat kampanye tersebut harus lebih dikerucutkan lagi, misalnya penyedian biaya kaos kah, hanya topi atau bagaimana," tambahnya.(lin)
()
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved