BLT jadi instrumen politik penguasa

Selasa, 13 Maret 2012 - 13:50 WIB
BLT jadi instrumen politik...
BLT jadi instrumen politik penguasa
A A A
Sindonews.com - Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Pramono Anung menolak keras rencana pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai konpensasi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menurut Pramono, BLT hanya dijadikan instrumen politik. "Kami lihat BLT sudah jadi instrumen politik dari kekuasaan, bukan betul-betul menangani kenaikan BBM," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Penyaluran BLT senilai Rp 25 Triliun hanya akan menguntungkan partai penguasa, yakni Partai Demokrat. Modus seperti ini mirip seperti yang terjadi pada 2009 lalu ketika menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Kalau BLT hanya dijadikan instrumen politik, sebaiknya BBM tidak usah dinaikkan. Karena secara demokrasi telah terjadi ketidakadilan. Secara konteks, demokrasi menjadi tidak adil," terangnya.

Kenaikan harga BBM sama halnya dengan mengurangi subsidi kurang lebih Rp100 T, tetapi Rp25 triliun digunakan untuk masyarakat kurang mampu.

"Bukan menolak memberikan bantuan kepada masyarakat, tapi jika hanya dijadikan instrumen politik itu yang tidak disetujui," tukas Pramono. (san)
()
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved