Anggota DPR pembolos akan diumumkan ke publik
Selasa, 06 Maret 2012 - 18:09 WIB
Anggota DPR pembolos akan diumumkan ke publik
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) M Prakosa mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi berat kepada anggota dewan yang sering menitipkan tanda tangan saat rapat paripurna.
"Tidak hadir tapi nitip tanda tangan, maka akan umumkan melalui media, ini bagian dari sanksi sosial. Kita Memantau secara langsung," ujar Prakosa kepada wartawan usai rapat antar pimpinan DPR dan Fraksi di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/3/2012).
Lebih lanjut, Prakosa menambahkan, sebelum absen finger print (sidik jari) diterapkan pihaknya memakai instrumen lain untuk memantau anggota DPR pada rapat paripurna. "Sebelum ada finger print yang diterpakan, kita akan monitoring melaui cctv, video dan instrumen lain untuk mendeteksi anggota yang integritasnya kurang," terangnya.
Prakosa menegaskan, apabila terbukti melanggar dengan menitipkan tanda tangan maka akan diumumkan. "Kita akan umumkan ke media kalau ada bukti yang kuat," tegasnya.
Selama ini, sudah ada indikasi anggota dewan yang sengaja bolos dengan menitipkan tanda tangan. Tapi Prakosa enggan menyebutkan pasalnya belum ada bukti. "Sekarang idikasi ada, tapi belum ada bukti yang saheh, pastinya sanksinya akan berat," tukasnya. (san)
"Tidak hadir tapi nitip tanda tangan, maka akan umumkan melalui media, ini bagian dari sanksi sosial. Kita Memantau secara langsung," ujar Prakosa kepada wartawan usai rapat antar pimpinan DPR dan Fraksi di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/3/2012).
Lebih lanjut, Prakosa menambahkan, sebelum absen finger print (sidik jari) diterapkan pihaknya memakai instrumen lain untuk memantau anggota DPR pada rapat paripurna. "Sebelum ada finger print yang diterpakan, kita akan monitoring melaui cctv, video dan instrumen lain untuk mendeteksi anggota yang integritasnya kurang," terangnya.
Prakosa menegaskan, apabila terbukti melanggar dengan menitipkan tanda tangan maka akan diumumkan. "Kita akan umumkan ke media kalau ada bukti yang kuat," tegasnya.
Selama ini, sudah ada indikasi anggota dewan yang sengaja bolos dengan menitipkan tanda tangan. Tapi Prakosa enggan menyebutkan pasalnya belum ada bukti. "Sekarang idikasi ada, tapi belum ada bukti yang saheh, pastinya sanksinya akan berat," tukasnya. (san)
()