Demokrat: Tudingan Nazaruddin cuma cari sensasi
Kamis, 01 Maret 2012 - 12:52 WIB
Demokrat: Tudingan Nazaruddin cuma cari sensasi
A
A
A
Sindonews.com - Nyanyian Muhammad Nazaruddin soal soal keterlibatan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin menimbulkan reaksi dari banyak pihak. Reaksi itu muncul terutama dari lingkungan internal Partai Demokrat.
Wakil Ketua Partai Demokrat Max Sopacua meminta agar tudingan Nazaruddin itu tidak perlu dikomentari. "Kalau tudingan Nazaruddin ke Didi, saya minta pengertian semua pihak dulu. Jadi umpamanya kita jangan komentari bungkusan itu dulu sebelum kita tahu isinya,"tutur Max kepada Wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/3/2012)
Tudingan Nazaruddi kepada rekan separtainya dinilai hanya bagian dari sensasi kepada wartawan. " Itu hanya salah satu ekspresi si Nazaruddin kepada wartawan, saya kira kami tidak perlu mengomentari hal itu," tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebelum mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Nazaruddin mengatakan Didi Irawadi terlibat kasus korupsi."Dia bilang selama ini tidak pernah korupsi, tapi itu semua bohong. Setiap reses dia terima USD5.000," ucap Nazaruddin saat itu.(lin)
Wakil Ketua Partai Demokrat Max Sopacua meminta agar tudingan Nazaruddin itu tidak perlu dikomentari. "Kalau tudingan Nazaruddin ke Didi, saya minta pengertian semua pihak dulu. Jadi umpamanya kita jangan komentari bungkusan itu dulu sebelum kita tahu isinya,"tutur Max kepada Wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/3/2012)
Tudingan Nazaruddi kepada rekan separtainya dinilai hanya bagian dari sensasi kepada wartawan. " Itu hanya salah satu ekspresi si Nazaruddin kepada wartawan, saya kira kami tidak perlu mengomentari hal itu," tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebelum mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Nazaruddin mengatakan Didi Irawadi terlibat kasus korupsi."Dia bilang selama ini tidak pernah korupsi, tapi itu semua bohong. Setiap reses dia terima USD5.000," ucap Nazaruddin saat itu.(lin)
()