Pembacokan Sistoyo, cambuk bagi KPK

Rabu, 29 Februari 2012 - 16:38 WIB
Pembacokan Sistoyo,...
Pembacokan Sistoyo, cambuk bagi KPK
A A A
Sindonews.com - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum mengetahui akan tragedi pembacokan yang menimpa terdakwa kasus suap mantan jaksa Sistoyo yang dilakukan oleh Dedi. Hal tersebut diakui KPK sebagai cambuk untuk lebih meningkatkan lagi pengamanan kepada terdakwa korupsi.

Melalui juru bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan, pengawalan yang dilakukan terhadap Sistoyo dirasa sudah memenuhi standar pengamanan. Namun, ketika terjadi insiden pembacokan ini sendiri merupakan pembelajaran bagi pihak KPK untuk lebih berbenah diri.

"Kita tidak tahu apakah penyerang adalah bagian dari pengunjung yang ternyata menggunakan senjata tajam. Seharusnya memang kalau dia mengikuti persidangan tidak boleh bawa senjata tajam. Tapi apapun alasannya, atas musibah ini pimpinan KPK merasa cukup prihatin," ujar Johan kepada wartawan di gedung KPK Kuningan Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Dia menambahkan, bahwa pihak KPK berjanji akan menanggung penuh segala biaya perawatan Sistiyo selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Halmahera, Bandung, Jawa Barat. Kejadian ini, menurut Johan, memang sungguh di luar perkiraan KPK terhadap jaksa nonaktif di Kejari Cibinong tersebut.

"Ini menjadi introspeksi kita di dalam untuk melakukan pengawalan terhadap tahanan lebih ketat lagi. Sebelumnya kita belum pernah mendengar ada ancaman terhadap jaksa Sistoyo sehingga ini diluar prediksi KPK," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jaksa Sistoyo, terdakwa suap mantan Jaksa Sistoyo dibacok pria tidak dikenal. Peristiwa itu terjadi seusai sidang di PN Tipikor Bandung sekira pukul 10.10 WIB. Sistoyo dibacok saat menanggapi pertanyaan wartawan. (wbs)
()
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved