Jadi politikus lantaran ikut bapaknya
Sabtu, 25 Februari 2012 - 15:08 WIB
Jadi politikus lantaran ikut bapaknya
A
A
A
Sindonews.com - Sekarang ini banyak partai politik (parpol) dihuni orang-orang yang tak serius membangun negara. Mereka itu menjadi anggota parpol hanya lantaran mengikuti jejak orang tuanya.
"Banyak saya lihat, seperti dia (politisi) sudah kayak sejak lahir, mereka jadi politisi karena ikut bapaknya, itu banyak itu. Bukan hanya di Golkar, tapi di partai lain juga ada," ujar Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Partai Golkar Indra J Piliang saat diskusi polemik Sindo Radio bertema "Parpol Menuju Titik Nadir" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/2012).
Selain itu, banyak pula politikus belum memiliki konsep, gagaran serta visi misi untuk membangun negara ini.
"Kenapa ini mereka belum punya, karena mereka tak percaya pada pengamat-pengamat politik terdahulu, mereka hanya percaya pada orang-orang yang sehari-harinya bersama mereka," tambahnya.
Menurut mantan peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), banyak para politisi, tak mau diajak diskusi jika tidak dengan orang yang dekat sehari-harinya.
"Kalau tak dekat, mereka tak mau diajak diskusi," katanya.
Seharunya, sebuah parpol itu dimasuki oleh kaum intelektual. Dengan demikian, parpol mampu membawa perubahan negara ini lebih baik.(lin)
"Banyak saya lihat, seperti dia (politisi) sudah kayak sejak lahir, mereka jadi politisi karena ikut bapaknya, itu banyak itu. Bukan hanya di Golkar, tapi di partai lain juga ada," ujar Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Partai Golkar Indra J Piliang saat diskusi polemik Sindo Radio bertema "Parpol Menuju Titik Nadir" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/2012).
Selain itu, banyak pula politikus belum memiliki konsep, gagaran serta visi misi untuk membangun negara ini.
"Kenapa ini mereka belum punya, karena mereka tak percaya pada pengamat-pengamat politik terdahulu, mereka hanya percaya pada orang-orang yang sehari-harinya bersama mereka," tambahnya.
Menurut mantan peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), banyak para politisi, tak mau diajak diskusi jika tidak dengan orang yang dekat sehari-harinya.
"Kalau tak dekat, mereka tak mau diajak diskusi," katanya.
Seharunya, sebuah parpol itu dimasuki oleh kaum intelektual. Dengan demikian, parpol mampu membawa perubahan negara ini lebih baik.(lin)
()