Anas diam, artinya iya?
Kamis, 02 Februari 2012 - 17:45 WIB
Anas diam, artinya iya?
A
A
A
Sindonews.com - Isu pelengseran Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum,
terkait kasus korupsi M.Nazaruddin semua dikembalikan kepada Anas. Namun Anas diam tak menjawab segala tudingan.
Politisi Partai Demokrat yang juga anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mengatakan, semua di serahkan ke Anas.
"Karena dia (Anas) yang bisa menyelamatkan partai kami. Karena saya sebagai orang hukum dasar hukumnya AD/ART, siapapun tidak bisa melengserkan dia (Anas)," ujar Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Menurutnya, dalam AD/ART, seseorang apabila keluar dari partai atau mengundurkan diri mesti dari diri sendiri atau karena sakit atau karena meninggal dunia.
"Jadi dari kasus ini, apalagi dari rating pada partai kami sudah sangat drop. Saya selama ini memang selalu meminta kepada beliau 'Bung Anas apa yang disampaikan oleh Nazaruddin tolong di counter dan dijawab, jangan diam saja'," tambahnya.
Dirinya mengatakan, bahwa dirinya adalah orang hukum, dan dia lebih takut sanksi sosial daripada sanksi hukum. "Apalagi, didalam pergaulan nasional dan internasional diam itu berarti 'iya'. Walaupun betul dalam dua hari ini bung Anas sudah tampil,"katanya.
Akan tetapi, kata dia, apapun sanksi sosial sudah berjalan dan akhirnya polling partai Demokrat turun jauh kebawah. "Jadi saya rasa biar Bung Anas biar hadapi masalah ini, dia mundur saja sementara," pungkasnya. (wbs)
terkait kasus korupsi M.Nazaruddin semua dikembalikan kepada Anas. Namun Anas diam tak menjawab segala tudingan.
Politisi Partai Demokrat yang juga anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mengatakan, semua di serahkan ke Anas.
"Karena dia (Anas) yang bisa menyelamatkan partai kami. Karena saya sebagai orang hukum dasar hukumnya AD/ART, siapapun tidak bisa melengserkan dia (Anas)," ujar Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Menurutnya, dalam AD/ART, seseorang apabila keluar dari partai atau mengundurkan diri mesti dari diri sendiri atau karena sakit atau karena meninggal dunia.
"Jadi dari kasus ini, apalagi dari rating pada partai kami sudah sangat drop. Saya selama ini memang selalu meminta kepada beliau 'Bung Anas apa yang disampaikan oleh Nazaruddin tolong di counter dan dijawab, jangan diam saja'," tambahnya.
Dirinya mengatakan, bahwa dirinya adalah orang hukum, dan dia lebih takut sanksi sosial daripada sanksi hukum. "Apalagi, didalam pergaulan nasional dan internasional diam itu berarti 'iya'. Walaupun betul dalam dua hari ini bung Anas sudah tampil,"katanya.
Akan tetapi, kata dia, apapun sanksi sosial sudah berjalan dan akhirnya polling partai Demokrat turun jauh kebawah. "Jadi saya rasa biar Bung Anas biar hadapi masalah ini, dia mundur saja sementara," pungkasnya. (wbs)
()