Wanbin dinilai ingin jatuhkan Anas

Kamis, 02 Februari 2012 - 09:04 WIB
Wanbin dinilai ingin...
Wanbin dinilai ingin jatuhkan Anas
A A A
Sindonews.com - Dinamika politik internal Partai Demokrat yang terus memanas dinilai bagian dari upaya beberapa anggota Dewan Pembina (Wanbin) untuk melakukan kudeta atas kepemimpinan Anas Urbaningrum.

Pengamat politik dari Indo Barometer Mohammad Qodari mengatakan, ada dua kepentingan yang belakangan ini menjadikan menonjol di Demokrat setelah meledaknya kasus M Nazaruddin. Kepentingan pertama adalah mereka yang sejak awal tidak menghendaki Anas Urbaningrum sebagai ketua umum. Kelompok ini adalah rival Anas di kongres dan senior-senior partai yang saat ini kebanyakan ada di jajaran Wanbin.

”Beberapa di antaranya memanfaatkan isu Nazaruddin ini untuk melakukan pergantian ketua umum. Caranya seperti apa, mereka saat ini sepertinya sedang menggulirkan Kongres Luar Biasa (KLB) dengan alasan Anas sudah sering disebut keterlibatannya oleh Nazaruddin,” kata Qodari di Jakarta kemarin.

Kepentingan kedua, kata dia, adalah kelompok yang menggunakan isu penyelamatan partai karena terus terpuruk citranya sejak kasus Nazaruddin. Kelompok itu, kata dia,mungkin tidak ada kepentingan siapa yang bakal menempati posisi ketua umum jika ternyata Anas dinyatakan terlibat dan dijadikan tersangka.

Kelompok tersebut, kata Qodari, hanya menuntut agar siapa pun yang terlibat harus mundur agar partai selamat dari cap sebagai partai korup.

”Namun kelompok kepentingan ini juga dilematis karena hukum masih berproses dan Anas juga tidak ada fakta keterlibatannya secara hukum. Lain ceritanya jika sudah ada status tersangka yang dalam kode etik otomatis mundur atau dimundurkan,” ungkapnya.

Menurut Qodari, dorongan dari beberapa elite di Wanbin untuk melakukan KLB bisa melalui tiga pintu. Pertama mereka bisa melalui Dewan Kehormatan, kedua melalui DPD, dan ketiga melalui DPC.

Namun dari tiga pintu itu,semuanya sangat sulit dilakukan dan jika dipaksakan akan menimbulkan situasi internal semakin terpuruk. Hal senada diungkapkan pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya Haryadi. Dia menilai upaya KLB untuk mengganti Anas yang dipaksakan justru akan menjadi blunder besar Demokrat.

”Akan menjadi blunder politik yang akan menimbulkan persoalan besar di tubuh Demokrat karena pasti resistensi dari kelompok pendukung Anas akan sangat kuat dan akan merepotkan konsolidasi internal di dalam Partai Demokrat,”katanya.

Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana berharap semua pihak menghormati proses hukum di KPK. Dia juga meminta agar kader Demokrat jangan merongrong untuk menggulingkan Anas.

”Urgensinya melengserkan apa? Salah dia apa? Ini kan baru indikasi, itu kan di pengadilan nanti tinggal interpretasinya bagaimana,”katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, kader Demokrat sudah diminta untuk fokus pada kerja politik di tahun mendatang, termasuk mengatasi ketertinggalan dari partai lain. Dia menegaskan bahwa DPP tidak terganggu dengan rumor-rumor politik yang mengemuka.

Anas juga menegaskan bahwa dirinya sudah meminta seluruh jajaran divisi dan departemen di DPP, termasuk di Fraksi Demokrat DPR, untuk memacu peningkatan kinerja. Ke depan, dia berharap seluruh elemen Demokrat, termasuk di jajaran anggota Wanbin, untuk turut serta melakukan konsolidasi partai.

”Prinsipnya sederhana saja.Semua elemen Demokrat lebih baik fokus pada kewenangan dan tugas masingmasing untuk memajukan partai. Kerja keras, kerja keras, dan kerja keras bersama adalah pilihan yang paling bertanggung jawab,”tegasnya. (*)
()
Berita Terkini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved