Renovasi ruang banggar Rp20 miliar, anggota DPR cuci tangan?

Minggu, 15 Januari 2012 - 09:56 WIB
Renovasi ruang banggar...
Renovasi ruang banggar Rp20 miliar, anggota DPR cuci tangan?
A A A
Sindonews.com – Renovasi ruang Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak mungkin dilakukan tanpa diketahui para pimpinan DPR. Apalagi, renovasi sebesar Rp20 miliar tersebut sudah masuk dalam anggaran Badan Urusan Rumah Tangga (BURT).
Pengamat politik Universitas Indonesia Andrinof Chaniago mengatakan, upaya Ketua DPR Marzuki Alie untuk memecat Sekjen DPR Nining Indra Saleh merupakan upaya dari cuci tangan dari para pimpinan DPR.

“Kalau saya meyakini enggak mungkin anggota Dewan enggak tahu, namanya kita dibikini rumah, ruangan, pasti nanya, pasti ada yang ngurus dari Dewan,” kata Andrinof seperti dilansir Okezone, Minggu (15/1/2012).

Andrinof juga tak percaya dengan dalih beberapa anggota DPR bahwa mereka tak mengetahui renovasi ruangan berukuran sepuluh kali sepuluh meter itu menelan dana besar lantaran anggaran DPR tidak dirinci atau gelondongan.

Mengenai pemecatan Nining, Andrinof berkeyakinan hal itu tak akan mudah dilaksanakan. Nining bisa saja membela diri renovasi itu telah disetujui Badan Urusan Rumah Tangga DPR yang diketuai Marzuki Alie.

“Sama dengan rencana gedung baru, mengherankan pernyataan Marzuki Alie seperti itu, seolah-olah DPR bersih lalu melimpahkan kesalahan ke Sekjen,” katanya.

Andrinof menambahkan, renovasi ruangan tersebut juga pasti sudah diketahui dan disetujui seluruh fraksi di DPR.

Anggota Banggar DPR Wa Ode Nurhayati yakin rekan-rekannya tahu mengenai proyek renovasi ruangan Banggar yang menghabiskan dana Rp20 milliar.

“Enggak mungkin tidak tahu, mereka pasti tahu masalah ini. Soal anggaran Banggar ini yang selalu saya bilang, kalau mau konsisten, kita harus benahi sistemnya, jangan jangan sampai melahirkan korban-korban kecil,” kata Wa Ode di Gedung YTKI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Sabtu (14/1/2012) malam.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional tersebut, untuk pembahasan anggaran sebuah proyek ada mekanismenya tersendiri. Mekanisme itu menempatkan Setjen DPR sebagai pengguna anggaran, sementara perencana adalah BURT DPR.

“Jadi dia (Sekjen) hanya melaksanakan keputusan BURT,” paparnya.
()
Berita Terkini
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved