Ketua Besar itu satu orang, ada di Banggar

Rabu, 11 Januari 2012 - 19:27 WIB
Ketua Besar itu satu...
Ketua Besar itu satu orang, ada di Banggar
A A A
Sindonews.com - Terpidana kasus suap Wisma Atlet SEA Games Mindo Rosalina Manulang masih belum berani mengungkap siapa penyandang gelar "Ketua Besar" yang sering disebut-sebut M Nazaruddin.

"Nanti sajalah, biar lebih seru," ujar Rosa setelah pembacaan Penundaan Sidang terhadap terdakwa Nazaruddin kepada wartawan di Gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (11/1/2012).

Begitupun setelah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rosa, begitu panggilan akrab Mindo Rosalina, enggan berkomentar lebih jauh tentang siapa pria misterius itu. "Nanti ada pengacara saya," katanya di Gedung KPK usai pemeriksaan sebagai saksi kasus proyek listrik tenaga surya di Kementrian Transmigrasi.

Saat dikonfirmasi, Pengacara Rosa Mohammad Iskandar kembali melempar bola liar. Menurutnya, "Ketua Besar" yang sering disebut-sebut Nazar selama ini merupakan seorang pria, berada di Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pernyataan itu diungkapkan Iskandar secara tersirat. "Jadi 'Ketua Besar' yang sering di sebut akhir-akhir ini adalah satu orang, itu mungkin saja," terangnya saat ditanya apakah "Ketua Besar" sembunyi di Banggar.

Kendati begitu, Iskandar maupun Rosa kompak tutup mulut soal "Ketua Besar" yang telah menjadi buah bibir itu. "Kalau masalah Banggar itu, nanti setelah hari Senin. Nanti saya akan berikan keterangan sejelas-jelasnya siapa 'Ketua Besar' itu?" jelasnya.

Iskandar menambahkan, posisi Rosa di PT Anugerah Nusantara hanya sebagai marketing. Adapun maksud dan tujuan dia diperiksa KPK hari ini untuk mengetahui struktur kepemimpinan di PT Anugrah Nusantara.

Sebelumnya, penasehat hukum Nazaruddin, Hotman Paris Hutapea mengatakan, Rosa dan Julianis, mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai milik Nazaruddin sebagai kaki tangan "Ketua dan Bos Besar" dalam kasus korupsi Wisma Atlet.

"Yang tahu itu semua hanya Rosa dan Julianis, tapi yang lebih tahu Julianis. Kalau Rosa 10 persen ya Julianis 90 persennya," terang Hotma.

Lebih jauh, pengacara kawakan itu menyebut "Ketua Besar" berinisial MA. Dugaan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir pun menyeruak. Sedang "Bos Besar" yang dia maksud berinisial AU atau Anas Urbaningrum. Namun, pernyataan itu masih belum diketahui kebenarannya. Sampai saat ini "Ketua Besar" dan "Bos Besar" masih menjadi tanda tanya.

Seperti diketahui, istilah "Ketua Besar" hadir pertama kali dalam berkas berita acara pemeriksaan (BAP) milik Rosa, salah satu terpidana kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games di Palembang yang sudah divonis 2,5 tahun oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Mindo, sebagaimana dikutip dari BAP, melakukan percakapan dengan anggota DPR dari Partai Demokrat Angelina Sondakh. Berikut potongan percakapan mereka, "... jadi kalau boleh disediakan apel malang yang seger ya. Kalau ketua besar kenyang, kita kan enak."

Rahasia di balik pemilik julukan itu sebenarnya sudah diungkap oleh Nazar dalam sidang. Menurutnya, pemilik julukan "Ketua Besar" itu adalah Ketua Badan Anggaran Melchias Markus Mekeng, dan "Bos Besar" yang sering disebutnya adalah Anas Urbaningrum. Sementara itu, Anas masih belum bisa dimintai komentarnya terkait kebenaran nyanyian Nazar. (san)
()
Berita Terkini
3 Pemimpin Dunia Bertemu...
3 Pemimpin Dunia Bertemu Prabowo dalam Sepekan, Bukti Indonesia Dipercaya Dunia
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Soal Usulan Ambil Alih...
Soal Usulan Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, KPK: Kita Ikuti Dulu Perkembangannya
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
20 Perwira Perkuat Polda...
20 Perwira Perkuat Polda Metro usai Dimutasi Kapolri, Ini Namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved