Pemerintah harus usut penyebab kematian Tarlem

Selasa, 10 Januari 2012 - 12:46 WIB
Pemerintah harus usut...
Pemerintah harus usut penyebab kematian Tarlem
A A A
Sindonews.com - Penyebab kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Subang, Jawa Barat, Tarlem binti Unus Tajem (44), masih mengundang tanda tanya. Anggota Komisi IX DPR Herlini Amran menilai, kabar tentang apa penyebab meninggalkan TKI di Amman, Yordania, ini masih sumir.

Jika memang sakit, pemerintah harus jelas dan tegas mengumumkan perihal sakitnya Tarlem, sakit apa dan kenapa sakit. "Apabila benar Tarlem sakit, ini pun akan menjadi pertanyaan, mengapa orang sakit diizinkan dan diberangkatkan sebagai TKI. Seharusnya, pemerintah selektif tidak asal mengirim tenaga kerja ke luar negeri," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu kepada Sindonews Selasa (10/1/2011).

Kata dia, pemerintah harus memperhatikan kesehatan seluruh TKI yang akan diberangkat. Jangan hanya lantaran memikirkan devisa negara dari subsektor itu, maka persyaratan untuk menjadi TKI termasuk kesehatan diabaikan. "Pemeriksaan kesehatan harus benar-benar dilakukan, bukan hanya formalitas saja," kata wanita asal Kepulauan Riau ini.

Pihaknya akan terus memantau dan mendesak pemerintah memberikan kejelasan mengenai kematian Tarlem. "Terakhir kabarnya tidak jadi diautopsi karena ternyata di Yordania sana sudah diautopsi, maka itu kami ingin mengetahui kepastiannya," tukas Herlini.

Diharapkan pemerintah tidak menutup-nutupi penyebab kematian Tarlem. Jika ada ketidakwajaran di balik kematian Tarlem, pemerintah harus bertanggung jawab.

Jenazah Tarlem diterbangkan dari Yordania ke Indonesia menggunakan Itihad Air Lines dan tiba di Tanah Air Minggu 8 Januari, melalui cargo Bandara Internasional Seokarno Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Tarlem menjadi TKI 13 April 2010. Lalu 14 Desember 2011 keluarga mendapat kabar kematian Tarlem. Bahkan, Tarlem meninggal sejak 24 November. Tak ada kejelasan mengapa Tarlem meninggal. Pihak keluarga meyakini kematian Tarlem tidak wajar, karena pihak majikan tak pernah mau menjelaskan.

"Dulu awalnya Tarlem sering menelepon, tapi setelah 15 bulan kerja, majikannya membatasi komunikasi, saya berkomunikasi terkahir 13 November 2011 setelah itu tidak pernah lagi," kata suami Tarlem bernama Awes (43). Tidak itu saja, Tarlem juga mulai jarang mengirimkan gaji ke rumah. (lin)
()
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved