Hasil investigasi TGPF Mesuji kelar pekan depan
Senin, 09 Januari 2012 - 17:00 WIB
Hasil investigasi TGPF Mesuji kelar pekan depan
A
A
A
Sindonews.com - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mesuji masih belum mau mengungkap hasil investigasi kasus Mesuji. TGPF meminta masyarakat bersabar, karena temuan akan dilaporkan dahulu ke pemberi tugas sebelum disebarluaskan ke masyarakat.
"Kan saya selalu mengatakan ke teman-teman untuk bersabar, karena laporan akan kami berikan dahulu kepada yang memberikan tugas yaitu Pemerintah (atas instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono)," tukas Ketua TGPF Denny Indrayana, di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (9/1/2012).
Menurut eks Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM)ini, TGPF tetap memegang kode etik untuk memberikan informasi kepada pihak yang berwenang. Hasil temuan di lapangan akan dilaporkan pada 16 Januari mendatang.
"Masyarakat harus bersabar. Karena temuan-temuan TGPF di lapangan masih terus dikembangkan," tuturnya.
Denny mengungkap, pada hari ini TGPF akan menyusun laporan akhir. Sejauh ini, semua data dan informasi yang sudah dikumpulkan TGPF menjadi data yang komprehensif. Karena temuan data yang dimiliki harus dipertanggungjawabkan ke masyarakat.
TGPF masih mengumpulkan temuan-temuan di lapangan dan dianalisis. Termasuk penyusunan rekomendasi untuk menyelesaikan akar masalah kasus yang terjadi di Lampung dan Sumatera Selatan itu.
Di kesempatan itu Denny mengungkap kesulitan TGPF saat mengumpulkan data di lapangan. Menurutnya, pengungkapan kasus Mesuji bukanlah perkara mudah. TGPF membutuhkan tenaga yang ekstra untuk mencapai lokasi.
"Saya turun langsung di tiga lokasi utamanya, di register 45, Sritanjung, Sodong. Kalau lokasinya tidak mudah, harus naik truk, atau harus naik perahu kecil," tuturnya.
"Minggu kemarin teman-teman turun lagi ke lapangan untuk mengumpulkan data dari Lampung dan Sumatera Selatan," ucapnya (wbs)
"Kan saya selalu mengatakan ke teman-teman untuk bersabar, karena laporan akan kami berikan dahulu kepada yang memberikan tugas yaitu Pemerintah (atas instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono)," tukas Ketua TGPF Denny Indrayana, di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (9/1/2012).
Menurut eks Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM)ini, TGPF tetap memegang kode etik untuk memberikan informasi kepada pihak yang berwenang. Hasil temuan di lapangan akan dilaporkan pada 16 Januari mendatang.
"Masyarakat harus bersabar. Karena temuan-temuan TGPF di lapangan masih terus dikembangkan," tuturnya.
Denny mengungkap, pada hari ini TGPF akan menyusun laporan akhir. Sejauh ini, semua data dan informasi yang sudah dikumpulkan TGPF menjadi data yang komprehensif. Karena temuan data yang dimiliki harus dipertanggungjawabkan ke masyarakat.
TGPF masih mengumpulkan temuan-temuan di lapangan dan dianalisis. Termasuk penyusunan rekomendasi untuk menyelesaikan akar masalah kasus yang terjadi di Lampung dan Sumatera Selatan itu.
Di kesempatan itu Denny mengungkap kesulitan TGPF saat mengumpulkan data di lapangan. Menurutnya, pengungkapan kasus Mesuji bukanlah perkara mudah. TGPF membutuhkan tenaga yang ekstra untuk mencapai lokasi.
"Saya turun langsung di tiga lokasi utamanya, di register 45, Sritanjung, Sodong. Kalau lokasinya tidak mudah, harus naik truk, atau harus naik perahu kecil," tuturnya.
"Minggu kemarin teman-teman turun lagi ke lapangan untuk mengumpulkan data dari Lampung dan Sumatera Selatan," ucapnya (wbs)
()