Kepercayaan rakyat kepada KPK turun drastis
Minggu, 08 Januari 2012 - 16:48 WIB
Kepercayaan rakyat kepada KPK turun drastis
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk sebagai garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Setelah sempat menjadi harapan terbesar, kepercayaan rakyat terhadap KPK semakin turun
Hal ini terlihat dari hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), Minggu (8/1/2011).
Pada tahun 2011, hingga akhir Desember lalu, hanya 49 persen rakyat yang masih menaruh kepercayaannya terhadap KPK. Namun tingkat kepercayaan rakyat terhadap KPK ini telah terasa sejak dua tahun yang lalu.
Pada tahun Desember 2008 tingkat kepercayaan rakyat terhadap KPK sebesar 65 persen. Kemudian mengalami peningkatan pada Desember 2009 sebesar 66 persen.
Namun anjlok sebesar 61 persen pada Desember 2010. Semakin anjlok pada Desember tahun lalu, 49 persen.
Dari hasil tersebut LSI memaparkan, pada tahun-tahun awal penilaian rakyat terhadap kinerja KPK secara umum baik. Pada 2009-2010, meskipun beberapa pimpinan KPK berada dalam posisi terjepit, karena kasus cecak dan buaya, namun masih dipercaya publik.
"Penilaian negatif baru mulai muncul pada 2011 ketika skandal Nazaruddin muncul dan banyak opini negatif melibatkan KPK ke dalam kasus tersebut," tutur Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Kuskridho Ambardi di kantor LSI, Jalan Lembang Terusan Menteng.
Penilaian negatif rakyat terhadap KPK relatif merata di semua tingkatan pendidikan.
Survei dilakukan pada tanggal 8-17 Desember 2011 lalu dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia.
Hal ini terlihat dari hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), Minggu (8/1/2011).
Pada tahun 2011, hingga akhir Desember lalu, hanya 49 persen rakyat yang masih menaruh kepercayaannya terhadap KPK. Namun tingkat kepercayaan rakyat terhadap KPK ini telah terasa sejak dua tahun yang lalu.
Pada tahun Desember 2008 tingkat kepercayaan rakyat terhadap KPK sebesar 65 persen. Kemudian mengalami peningkatan pada Desember 2009 sebesar 66 persen.
Namun anjlok sebesar 61 persen pada Desember 2010. Semakin anjlok pada Desember tahun lalu, 49 persen.
Dari hasil tersebut LSI memaparkan, pada tahun-tahun awal penilaian rakyat terhadap kinerja KPK secara umum baik. Pada 2009-2010, meskipun beberapa pimpinan KPK berada dalam posisi terjepit, karena kasus cecak dan buaya, namun masih dipercaya publik.
"Penilaian negatif baru mulai muncul pada 2011 ketika skandal Nazaruddin muncul dan banyak opini negatif melibatkan KPK ke dalam kasus tersebut," tutur Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Kuskridho Ambardi di kantor LSI, Jalan Lembang Terusan Menteng.
Penilaian negatif rakyat terhadap KPK relatif merata di semua tingkatan pendidikan.
Survei dilakukan pada tanggal 8-17 Desember 2011 lalu dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia.
()