Penguasa diam ketika rakyat butuh pertolongan

Jum'at, 06 Januari 2012 - 11:24 WIB
Penguasa diam ketika...
Penguasa diam ketika rakyat butuh pertolongan
A A A
Sindonews.com - Insiden kekerasan bersenjata yang terjadi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kembali meletus. Kamis, 5 Januari 2012 sekira pukul 19.05 WIB, kembali terjadi penembakan di Desa Simpang Anak Galong, Sukamakmur, Aceh Besar. Tiga pekerja bangunan dikabarkan menjadi korban dalam insiden itu. Kejadian berulang itu menandakan polisi tidak mampu mengayomi warganya.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) Yosanna H. Laoly menyatakan pihaknya mengutuk keras aksi biadab penembakan di Bireuen Aceh Utara dan baru terjadi di Desa Simpang Aceh Besar.

Dia menyesalkan, insiden yang terjadi di Aceh Besar dan mempertanyakan kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab khususnya kepolisian agar dapat bekerja dengan baik

Menurutnya, pemerintah sering kali absen dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh rakyat, pemerintah yang dipilih langsung oleh rakyat tidak bisa memelihara kepercayaan. Rakyat ditinggalkan dan dibiarkan mencari perlindungan.

"Tidak terselesaikannya kasus yang Bima, Mesuji dan Aceh menandakan penguasa lebih sibuk menjaga citra politik,pemerintah terkesan diam ketika rakyat membutuhkan pertolongan ," ucapnya di Jakarta, Jumat (6/1/2012).

Yosanna mengatakan, aparat dalam hal ini polisi yang seharusnya memberikan perlindungan dan rasa aman malah turut melakukan kekerasan terhadap warga negara hal ini terbukti dengan kasus BIMA NTB dan Aceh yang sampai sekarang kasusnya belum tuntas, bahkan ada lagi.

"Jika ini didiamkan saya yakin kejadian penembakan ini akan terus-menerus ada," tegasnya.

Dia menambahkan kekerasan yang muncul di masyarakat belakangan ini menandakan Polri tidak mampu melindungi dan mengayomi sesuai dengan amanat konstitusi pasal 30 ayat 4 UUD NKRI 1945.

"Jika Polri mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat serta menegakkan Hukum, tentunya kejadia di Aceh besar semalam tidak akan terjadi dan berulang-ulang," tuntasnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved