Polisi buka blokade di Bima
Kamis, 29 Desember 2011 - 12:32 WIB
Polisi buka blokade di Bima
A
A
A
Sindonews.com - Kerusuhan di Pelabuhan Sape Bima Nusa Tenggara (NTB) lima hari lalu, membuat kepolisian meningkatkan keamanan. Upaya mengantisipasi berkembangnya kerusuhan, polisi sempat memblokade beberapa ruas jalan menuju desa-desa.
Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum (Penum) Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, blokade jalan sudah melalui kesepakatan dengan masyarakat setempat.
"Soal pemblokadean polisi terhadap beberapa jalan, sudah disepakati masyarakat, tujuan dari blokade itu, membantu masyarakat yang akan melakukan aktivitas secara normal sekaligus keamanan," kata Boy kepada wartawan di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kamis (29/12/2011).
Dijelaskan Mantan Kabid Humas Polda Metro ini, saat ini sikon wilayah Bima sudah mulai kondusif. Sejumlah blokade jalan juga sudah mulai dibuka. Polisi bersama warga masyarakat membuka kembali jalur-jalur yang diblokir itu, tadi malam.
"Kondisi terakhir, petugas kami bersama warga sepakat membuka blokade jalan. Blokir tadi malam sudah nggak ada lagi," katanya. Masih ada beberapa jalan menuju desa yang diblokir, yakni Desa Rote.
Seperti diberitakan, terjadi aksi penolakan atas disahkan surat izin pertambangan oleh Bupati Bima. Massa kemudian melakukan aksi menutup Pelabuhan Sape sebagai bentuk kekecewaan. Karena pelabuhan sebagai pusat transportasi di Kota Bima, polisi akhirnya mengurai massa hingga akhirnya insiden bentrok terjadi. Dua orang tewas, dua luka tembak dan 39 orang luka ringan.
Massa berkembang melakukan aksi pembakaran di beberapa tempat. Polisi akhirnya memblokade sejumlah jalan untuk mengantisipasi merembetnya aksi anarkis itu. (lin)
Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum (Penum) Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, blokade jalan sudah melalui kesepakatan dengan masyarakat setempat.
"Soal pemblokadean polisi terhadap beberapa jalan, sudah disepakati masyarakat, tujuan dari blokade itu, membantu masyarakat yang akan melakukan aktivitas secara normal sekaligus keamanan," kata Boy kepada wartawan di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kamis (29/12/2011).
Dijelaskan Mantan Kabid Humas Polda Metro ini, saat ini sikon wilayah Bima sudah mulai kondusif. Sejumlah blokade jalan juga sudah mulai dibuka. Polisi bersama warga masyarakat membuka kembali jalur-jalur yang diblokir itu, tadi malam.
"Kondisi terakhir, petugas kami bersama warga sepakat membuka blokade jalan. Blokir tadi malam sudah nggak ada lagi," katanya. Masih ada beberapa jalan menuju desa yang diblokir, yakni Desa Rote.
Seperti diberitakan, terjadi aksi penolakan atas disahkan surat izin pertambangan oleh Bupati Bima. Massa kemudian melakukan aksi menutup Pelabuhan Sape sebagai bentuk kekecewaan. Karena pelabuhan sebagai pusat transportasi di Kota Bima, polisi akhirnya mengurai massa hingga akhirnya insiden bentrok terjadi. Dua orang tewas, dua luka tembak dan 39 orang luka ringan.
Massa berkembang melakukan aksi pembakaran di beberapa tempat. Polisi akhirnya memblokade sejumlah jalan untuk mengantisipasi merembetnya aksi anarkis itu. (lin)
()