Timwas Century kejar kroni Istana
Selasa, 27 Desember 2011 - 09:29 WIB
Timwas Century kejar kroni Istana
A
A
A
Sindonews.com - Tim Pengawas (Timwas) kasus dana bailout Bank Century dipastikan akan menelusuri dua informasi tambahan yang disertakan dalam audit investigasi lanjutan Century yang dikerjakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Informasi pertama mengenai aliran dana ke PT Media Nusa Pradana (MNP). Laporan audit menyebutkan hasil penelusuran BPK atas aliran dana Bank Century, ditemukan fakta selama periode 2006-2009 terdapat aliran dana dari SS dan SL melalui PT IMA dan PT SMS ke PT MNP sebesar Rp100,95 miliar. Namun BPK belum menemukan hubungan antara aliran dana tersebut dengan kasus Bank Century.
Informasi kedua yakni adanya transaksi penukaran valas dan hasil penukaran kas valas atas nama HEW dan SKS, nasabah Bank Century. BPK menemukan adanya penyetoran tunai oleh SKS yang dilakukan di Bank Century cabang Pondok Indah ke rekening HEW sebesar Rp453 juta, tanggal 30 Juli 2007 Rp368 juta dan tanggal 22 November 2007 Rp469 juta.
"Dua informasi itu akan ditelusuri. Karena dua temuan itu dapat mengungkap hubungan istimewa antara pemilik Bank Century dengan kerabat ring satu kekuasaan dan mengungkap juga hubungan istimewa nasabah besar bank tersebut dengan partai politik tertentu. Sehingga nasabah besar yang bernama BS bersama SS mendirikan PT MNP yang kita kenal sebagai penerbit koran," jelas Anggota Timwas Bambang Soesatyo, seperti dikutip dari Okezone, Senin (26/12/2011).
Sebelumnya dua Wakil Ketua DPR Pramono Anung dan Anis Matta menegaskan, Timwas DPR akan menindaklanjuti dua informasi tambahan BPK. "Di samping 13 temuan BPK itu, ada dua informasi yang di bawah itu sudah bisa dipakai oleh KPK, bisa ditindaklanjuti oleh KPK," kata Anis.
"Dua informasi ini yang lebih panjang dibanding 13 temuan, jangan-jangan nanti terhadap dua informasi ini yang akan ditindaklanjuti karena mengarah pada institusi tertentu. Kami akan gunakan pada Timwas," tegas Pramono.
Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Jafar Hafsah mengaku tidak mengetahui pemilik inisial HEW yang masuk dalam audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait perkara Bank Century.
"Saya tidak tahu HEW, saya belum membaca audit BPK. Saya akan cek nanti usai masa reses," kata Jafar seperti dikutip dari Okezone.
Dari informasi yang dihimpun HEW merupakan singkatan dari Hartanto Edhie Wibowo. Hartanto kini duduk di Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat. Dia adalah adik bungsu dari Ani Yudhoyono, istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Jangan menduga-duga dulu," tukas Jafar.
Informasi pertama mengenai aliran dana ke PT Media Nusa Pradana (MNP). Laporan audit menyebutkan hasil penelusuran BPK atas aliran dana Bank Century, ditemukan fakta selama periode 2006-2009 terdapat aliran dana dari SS dan SL melalui PT IMA dan PT SMS ke PT MNP sebesar Rp100,95 miliar. Namun BPK belum menemukan hubungan antara aliran dana tersebut dengan kasus Bank Century.
Informasi kedua yakni adanya transaksi penukaran valas dan hasil penukaran kas valas atas nama HEW dan SKS, nasabah Bank Century. BPK menemukan adanya penyetoran tunai oleh SKS yang dilakukan di Bank Century cabang Pondok Indah ke rekening HEW sebesar Rp453 juta, tanggal 30 Juli 2007 Rp368 juta dan tanggal 22 November 2007 Rp469 juta.
"Dua informasi itu akan ditelusuri. Karena dua temuan itu dapat mengungkap hubungan istimewa antara pemilik Bank Century dengan kerabat ring satu kekuasaan dan mengungkap juga hubungan istimewa nasabah besar bank tersebut dengan partai politik tertentu. Sehingga nasabah besar yang bernama BS bersama SS mendirikan PT MNP yang kita kenal sebagai penerbit koran," jelas Anggota Timwas Bambang Soesatyo, seperti dikutip dari Okezone, Senin (26/12/2011).
Sebelumnya dua Wakil Ketua DPR Pramono Anung dan Anis Matta menegaskan, Timwas DPR akan menindaklanjuti dua informasi tambahan BPK. "Di samping 13 temuan BPK itu, ada dua informasi yang di bawah itu sudah bisa dipakai oleh KPK, bisa ditindaklanjuti oleh KPK," kata Anis.
"Dua informasi ini yang lebih panjang dibanding 13 temuan, jangan-jangan nanti terhadap dua informasi ini yang akan ditindaklanjuti karena mengarah pada institusi tertentu. Kami akan gunakan pada Timwas," tegas Pramono.
Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Jafar Hafsah mengaku tidak mengetahui pemilik inisial HEW yang masuk dalam audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait perkara Bank Century.
"Saya tidak tahu HEW, saya belum membaca audit BPK. Saya akan cek nanti usai masa reses," kata Jafar seperti dikutip dari Okezone.
Dari informasi yang dihimpun HEW merupakan singkatan dari Hartanto Edhie Wibowo. Hartanto kini duduk di Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat. Dia adalah adik bungsu dari Ani Yudhoyono, istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Jangan menduga-duga dulu," tukas Jafar.
()