Sri Mulyani diam, Partai SRI tak kecewa
Sabtu, 12 November 2011 - 16:47 WIB
Sri Mulyani diam, Partai SRI tak kecewa
A
A
A
Sindonews.com- Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) terus menggadang-gadang mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati sebagai Calon Presiden (Capres) 2014.
Sementara, Sri Mulyani masih terdiam, belum merespon pinangan Partai yang memiliki kemiripan dengan nama yang bersangkutan. Tapi kalangan Partai SRI tidak merasa sakit hati atau kecewa terhadap sikap diamnya itu.
Ketua Umum Partai SRI Damianus Taufan, menduga sikap diam itu terkait dengan posisinya sebagai Managing Director World Bank. Menurutnya, tidak etis seseorang tengah menjabat di posisi tertentu, berkomentar untuk jabatan di tempat lainnya.
"Justru itu etika yang teguh yang dipegang Ibu Sri Mulyani. Kita harus mengapresiasi etika itu," ujar Damianus, di Hotel Morrissey, Jalan Wahid Hasyim No 70 Jakarta Pusat, Sabtu (12/11/2011).
Tapi, ditegaskan olehnya, bukan berarti wanita lulusan Amerika Serikat itu tidak mengetahui seputar pengusungan dirinya sebagai Capres 2014 mendatang. Bahkan, dia mengklaim sikapnya ini sejalan dengan Sri Mulyani.
Buktinya, meski terus mengumbar nama Sri Mulyani sebagai Capres 2014, pihaknya tidak pernah ditegur oleh yang bersangkutan. "Anda bisa menilai begini saja waktu kami mendeklarasikan Sri Mulyani sebagai calon, tidak hanya wartawan di Indonesia saja, tapi juga internasional. Saya yakin Ibu Sri Mulyani membaca," ucapnya.
Sementara itu, setelah dinyatakan salah satu Partai yang kemungkinan lolos verifikasi Partai Politik (Parpol) baru, pihaknya menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Rapat ini, guna mempersiapkan verifikasi lebih lanjut terkait syarat sebagai peserta Pemilu 2014.
"Hari ini merupakan Rapimnas untuk briefing dari pimpinan pusat, guna menghadapi verifikasi selanjutnya akan dilakukan KPU," jelasnya.
Rapimnas ini dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari 33 provinsi. Pihaknya yakin bakal lolos dalam verifikasi persyaratan sebagai peserta Pemilu 2014.
"Semua sudah lengkap, ada 33 pengurus ditingkat provinsi. Setiap provinsi memiliki kepengurusan 75 persen disetiap kabupaten kota, disetiap kabupaten hanya minimal 50 persen, tapi rata-rata kita lebih dari 50 persen," yakinnya.
Munculnya Partai SRI yang sejak awal mengusung Sri Mulyani ini sempat mendapat tanggap dari beberapa politikus Partai lain.
Sebelumnya, Wakil Sekreatris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Nurul Arifin mengingatkan kendala bakal dihadapi patai berlambang sapu lidi ini.
Menurutnya, partai tersebut akan kesulitan dalam menarik dukungan dari masyarakat. Sebab, masyarakat sudah memiliki parpol pilihan yang lebih dulu eksis di dunia politik.
"Akar rumput itu biasanya sudah menjadi loyalis dari partai-partai tertentu. Mereka ini pemilih tradisional, pemilih loyalis, dan mempunyai keterikatan dengan partai-partai tersebut," tukas Nurul.
Apalagi, Sri Mulyani, tokoh yang diusung Partai SRI sebagai calon presiden, masih terganjal kasus skandal Bank Century saat menjabat sebagai Menkeu. Lanjutnya, Sri Mulyani, terbebani oleh status penanganan hukum yang hingga saat ini belum jelas.
"Jadi tetap ada ganjalan-ganjalan lain seandainya yang bersangkutan ingin mengkandidatkan diri menjadi presiden. Harus ada persoalan-persoalan hukum yang harus diselesaikan terlebih dahulu," tandasnya.
Sementara, Sri Mulyani masih terdiam, belum merespon pinangan Partai yang memiliki kemiripan dengan nama yang bersangkutan. Tapi kalangan Partai SRI tidak merasa sakit hati atau kecewa terhadap sikap diamnya itu.
Ketua Umum Partai SRI Damianus Taufan, menduga sikap diam itu terkait dengan posisinya sebagai Managing Director World Bank. Menurutnya, tidak etis seseorang tengah menjabat di posisi tertentu, berkomentar untuk jabatan di tempat lainnya.
"Justru itu etika yang teguh yang dipegang Ibu Sri Mulyani. Kita harus mengapresiasi etika itu," ujar Damianus, di Hotel Morrissey, Jalan Wahid Hasyim No 70 Jakarta Pusat, Sabtu (12/11/2011).
Tapi, ditegaskan olehnya, bukan berarti wanita lulusan Amerika Serikat itu tidak mengetahui seputar pengusungan dirinya sebagai Capres 2014 mendatang. Bahkan, dia mengklaim sikapnya ini sejalan dengan Sri Mulyani.
Buktinya, meski terus mengumbar nama Sri Mulyani sebagai Capres 2014, pihaknya tidak pernah ditegur oleh yang bersangkutan. "Anda bisa menilai begini saja waktu kami mendeklarasikan Sri Mulyani sebagai calon, tidak hanya wartawan di Indonesia saja, tapi juga internasional. Saya yakin Ibu Sri Mulyani membaca," ucapnya.
Sementara itu, setelah dinyatakan salah satu Partai yang kemungkinan lolos verifikasi Partai Politik (Parpol) baru, pihaknya menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Rapat ini, guna mempersiapkan verifikasi lebih lanjut terkait syarat sebagai peserta Pemilu 2014.
"Hari ini merupakan Rapimnas untuk briefing dari pimpinan pusat, guna menghadapi verifikasi selanjutnya akan dilakukan KPU," jelasnya.
Rapimnas ini dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari 33 provinsi. Pihaknya yakin bakal lolos dalam verifikasi persyaratan sebagai peserta Pemilu 2014.
"Semua sudah lengkap, ada 33 pengurus ditingkat provinsi. Setiap provinsi memiliki kepengurusan 75 persen disetiap kabupaten kota, disetiap kabupaten hanya minimal 50 persen, tapi rata-rata kita lebih dari 50 persen," yakinnya.
Munculnya Partai SRI yang sejak awal mengusung Sri Mulyani ini sempat mendapat tanggap dari beberapa politikus Partai lain.
Sebelumnya, Wakil Sekreatris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Nurul Arifin mengingatkan kendala bakal dihadapi patai berlambang sapu lidi ini.
Menurutnya, partai tersebut akan kesulitan dalam menarik dukungan dari masyarakat. Sebab, masyarakat sudah memiliki parpol pilihan yang lebih dulu eksis di dunia politik.
"Akar rumput itu biasanya sudah menjadi loyalis dari partai-partai tertentu. Mereka ini pemilih tradisional, pemilih loyalis, dan mempunyai keterikatan dengan partai-partai tersebut," tukas Nurul.
Apalagi, Sri Mulyani, tokoh yang diusung Partai SRI sebagai calon presiden, masih terganjal kasus skandal Bank Century saat menjabat sebagai Menkeu. Lanjutnya, Sri Mulyani, terbebani oleh status penanganan hukum yang hingga saat ini belum jelas.
"Jadi tetap ada ganjalan-ganjalan lain seandainya yang bersangkutan ingin mengkandidatkan diri menjadi presiden. Harus ada persoalan-persoalan hukum yang harus diselesaikan terlebih dahulu," tandasnya.
()