Sebagai Mantan Presiden, Saran SBY Soal Perppu Perlu Didengar untuk Hadapi Corona

Kamis, 09 April 2020 - 13:59 WIB
Sebagai Mantan Presiden,...
Sebagai Mantan Presiden, Saran SBY Soal Perppu Perlu Didengar untuk Hadapi Corona
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay ikut mencermati apa yang disampaikan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam akun Facebook yang meminta semua pihak bersatu dalam menghadapi wabah virus Corona atau COVID-19. SBY mengaku percaya ekonomi Indonesia akan pulih setelah wabah ini berakhir.

Saleh menganggap, apa yang disampaikan SBY adalah suatu peringatan. Peringatan agar pemerintah tidak salah dalam mengambil keputusan. (Baca juga: SBY: Kalau Corona Bisa Dilumpuhkan, Ekonomi Kembali Normal )

"Dalam situasi darurat seperti yang ada ini, diharapkan keputusan yang diambil tidak ada yang bertentangan dengan konstitusi," ujar Saleh kepada SINDOnews, Kamis (9/4/2020).

Menurut Saleh, SBY sepertinya ingin menegaskan bahwa situasi darurat jangan sampai melewati mekanisme dan prosedur yang semestinya dilalui. Perlu kajian dan pendalaman terhadap setiap langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah.

"Semangatnya, agar sesuai dengan konstitusi dan aturan perundangan," kata Ketua DPP PAN ini.

Selain itu, lanjut Saleh, apa yang disampakan SBY ini adalah salah satu tafsir terhadap proses politik yang terjadi dewasa ini. SBY juga memberikan saran dan masukannya kepada masyarakat dan pemerintah. Tujuannya, agar semuanya bisa bersatu padu menghadapi virus Corona tersebut.

Lebih lanjut, Saleh menuturkan karena ini sifatnya peringatan atau warning maka perlu untuk direnungkan semua pihak. Termasuk pengajuan keluarnya Perppu yang banyak disorot SBY dalam tulisannya. Karena menurut SBY, Perppu itu tidak mesti keluar jika pemerintah mengajukan APBN Perubahan.

Saleh menambahkan, soal waktu menurut SBY, APBN Perubahan juga bisa diselesaikan lebih cepat. Terlebih, semua fraksi di DPR juga sangat memahami situasi yang terjadi saat ini. (Baca juga: SBY: Ini Keadaan Darurat, Jangan Dianggap Mengada-ada )

"Sebagai mantan presiden, saya kira SBY telah memiliki pengalaman yang cukup. Karena itu, kita perlu mendengar dan mempelajari apa saja yang disarankan dan diusulkan. Tidak perlu apriori apalagi merasa terganggu," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
SBY: Hanya Tuhan yang...
SBY: Hanya Tuhan yang Tahu Kapan Pandemi Ini Berakhir
SBY: Selamatkan Manusia...
SBY: Selamatkan Manusia dan Ekonomi Bisa Dilakukan Bersamaan
SBY Harap Pemerintah...
SBY Harap Pemerintah Pandai Alokasikan Anggaran di Tengah Pandemi
Doa SBY di Tengah Pandemi:...
Doa SBY di Tengah Pandemi: Tuhan Selamatkan Negeri Kami dan Bimbinglah Pemerintah
Gugus Tugas Corona Diusulkan...
Gugus Tugas Corona Diusulkan Diganti seperti BRR Era SBY
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Mantan Presiden Filipina...
Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap atas Perintah ICC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved