Perangi Covid-19, MPD Kirimkan Bantuan APD untuk Rumah Sakit

Kamis, 09 April 2020 - 11:21 WIB
Perangi Covid-19, MPD...
Perangi Covid-19, MPD Kirimkan Bantuan APD untuk Rumah Sakit
A A A
JAKARTA - Kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) yang dialami para dokter dan paramedis ketika menangani pasien korban Covid-19 menyentak banyak pihak. Ketiadaan APD ini justru potensial membahayakan kesehatan mereka yang berjuang di garis depan menyelamatkan nyawa banyak orang.

Keprihatinan ini mendorong Masyarakat Profesional untuk Demokrasi (MPD) bergerak secara swadaya mengupayakan tersedianya APD bagi para dokter dan paramedis. "Kita tak bisa membiarkan mereka berjuang tanpa persenjataan yang memadai," kata Penanggungjawab MPD Darurat Corona Eddy Suprapto, Kamis (9/4/2020).

Sebagai salah satu eksponen profesional semasa Gerakan 1998, MPD terpanggil untuk kembali berbuat sesuatu demi kehidupan bersama. Kali ini dengan cara turun tangan menggalang solidaritas sosial membantu rumah sakit-rumah sakit yang kekurangan APD. (Baca juga: Hadapi Pandemi Corona, Masyarakat Diajak Perkuat Solidaritas Sesama ).

Selain saweran di antara para anggotanya, MPD juga menerima donasi dari lembaga. Di antaranya Forsino (Alumni Mahasiswa Realino Yogyakarta) dan individu yang memiliki keprihatinan serupa. "Saya memastikan, seluruh donasi yang masuk akan kami pertanggungjawabkan," tegas Eddy.

Kloter pertama paket APD sudah sampai di RS Anwar Medika (RSAM) di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/4/2020) yang diterima langsung oleh dokter Agus Farid, pendiri RSAM. "Sebanyak 50 paket APD sudah sampai di sana. Menyusul 50 paket lainnya sedang dalam perjalanan," tambah Eddy.

MPD juga mengirimkan paket serupa ke beberapa rumah sakit lain. Antara lain RS Sultan Immanuddin Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, RS dr H Koesnadi Bondowoso, dan RS UniMedika Setu Bekasi.

Total APD yang sudah dikirim pekan ini berjumlah 350 buah. "Kita akan terus tambah lagi sesuai kebutuhan dan kemampuan MPD," sambungnya.

Dalam pandangan MPD, pandemi skala global ini harus menjadi momentum tumbuhnya solidaritas kemanusiaan yang melintasi batas geografis dan identitas sosial.

"Pemerintah tak bisa bekerja sendirian. Komponen masyarakat sipil juga harus ikut bergerak bersama-sama memerangi Covid-19," ujar Presidium MPD Gatot Prihandono.

Menurut Gatot, tumbuhnya solidaritas kemanusiaan di tengah pandemi ini tak boleh berhenti di sini. "Saya kira kita juga harus mulai memikirkan konsep baru tentang banyak hal pasca Covid-19 ini. Di antaranya ya masalah ekonomi."
(zik)
Berita Terkait
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Penyandang Disabilitas...
Penyandang Disabilitas Membuat Karya Batik Unik Covid-19
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Aksi Band Beranggotakan...
Aksi Band Beranggotakan Polisi, Sosialisasikan COVID-19 dengan Lagu
Berita Terkini
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved