SBY: Kalau Corona Bisa Dilumpuhkan, Ekonomi Kembali Normal

Rabu, 08 April 2020 - 17:04 WIB
SBY: Kalau Corona Bisa Dilumpuhkan, Ekonomi Kembali Normal
SBY: Kalau Corona Bisa Dilumpuhkan, Ekonomi Kembali Normal
A A A
JAKARTA - Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengungkapkan keprihatinannya terhadap wabah Corona yang saat ini melanda Tanah Air.

Dalan pandangannya yang disampaikan melalui akun Facebooknya, Rabu (8/4/2020), SBY mengajak seluruh elemen bangsa bersatu dan tetap fokus menghentikan penyebaran virus Corona.

"Dengan segala kerendahan hati saya masih mengingatkan perlunya kita terus dan tetap bersatu. Kita harus makin intensif melakukan segala upaya untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari ancaman Corona, termasuk bisa dihentikannya penyebaran Covid-19 di negeri kita?" kata SBY.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mengatakan krisis virus Corona belum berakhir. Indonesia belum aman.

"Salah besar kalau kita merasa sudah berhasil mengatasi wabah korona ini, dan kemudian mulai menjalani kehidupan seperti biasa. Kalau virus Corona bisa kita lumpuhkan, kehidupan masyarakat akan kembali normal. Ekonomi Indonesia juga akan tumbuh dan berkembang lagi," kata SBY.

Dalam tulisannya, SBY juga menyoroti berbagai hal, termasuk upaya pemimpin-pemimpin dunia dalam menghadapi pandemi Corona. Berikut pandangan lengkap SBY mengenai pandemi Corona:

Indonesia Harus Bersatu dan Fokus pada Penghentian Penyebaran Virus Corona

Kemarin, 7 April 2020, melalui TV saya mengetahui bahwa Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dipindahkan ke rumah sakit di London dengan perawatan intensif. Kita mengetahui bahwa pemimpin eksekutif Inggris tersebut 11 hari yang lalu dinyatakan positif korona. Berita itu kini menjadi “headline” media massa di seluruh dunia.

Saya tidak mengenal Boris Johnson secara pribadi. Ketika memimpin Indonesia dulu, saya mengenal dan bekerja sama dengan 3 perdana menteri Inggris, yaitu Tony Blair, Gordon Brown dan David Cameron.

Tony Blair pernah bekerja sama dalam membangun hubungan yang harmonis antara Dunia Islam dan Dunia Barat. Waktu melakukan kunjungan ke Jakarta, Blair dan saya melakukan dialog dengan tokoh-tokoh Islam terkemuka di Indonesia. Setelah tak lagi menjadi PM, Blair masih menjalin persahabatan dengan saya.

Dengan Gordon Brown saya bekerja sama dalam forum G20, utamanya ketika para pemimpin dunia harus bersatu dan berkolaborasi menangani krisis ekonomi global tahun 2008-2009 yang lalu. Untuk diingat, dalam situasi yang penuh kepanikan, pertemuan puncak G20 pertama dilaksanakan di Washington DC dengan Presiden Bush sebagai tuan rumahnya. Pertemuan kedua dilaksanakan di London dengan Perdana Menteri Gordon Brown sebagai chair. Saya masih ingat bahwa untuk menghadiri pertemuan penting G20 di London tersebut saya harus meninggalkan tanah air, meskipun waktu itu saya tengah berada pada puncak kampanye Pemilihan Presiden Tahun 2009.
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1153 seconds (10.177#12.26)