DPR: Pemerintah Harus Tegas dalam Menerapkan PSBB

Kamis, 02 April 2020 - 18:56 WIB
DPR: Pemerintah Harus...
DPR: Pemerintah Harus Tegas dalam Menerapkan PSBB
A A A
JAKARTA - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih menimbulkan polemik. Bahkan, kebingungan di masyarakat dan para pengambil kebijakan sendiri. Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani mendorong pemerintah pusat agar lebih tegas lagi.

PSBB itu, katanya, rancu karena membutuhkan waktu dan persetujuan menteri kesehatan. “Perlu ketegasan PSBB jangan sampai maju kena, mundur kena. Mobilitas enggak bisa ditahan, persebaran meningkat. Sekarang ujung tombaknya tenaga kesehatan. Enggak di-back up. Yang tertular harus dirawat. Sementara kapasitas rumah sakit atau yang menjadi rujukan COVID enggak sanggup,” katanya kepada SINDOnews.com, Kamis (2/4/2020). (Baca juga: Pilih Opsi PSBB, Pemerintah Dinilai Ingin Atasi Bencana Tanpa Munculkan Bencana Baru)

Netty mengusulkan karantina wilayah untuk wilayah yang menjadi episentrum pandemik Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus II (Sars Cov-II).“Bisa karantina wilayah, rumah sakit, yang seperti itu tinggal ditetapkan saja oleh pemerintah. Saya secara pribadi menduga-duga pemerintah maunya karantina tapi enggak punya anggaran besar,” ujarnya. (Baca juga: Jokowi Minta Menkes Segera Terbitkan Aturan Rinci PSBB)

Menetapkan karantina wilayah memang punya implikasi luas, termasuk tanggung jawab yang besar bagi pemerintah pusat. Segala kebutuhan masyarakat dan hewan ternaknya harus dipenuhi pemerintah.

Saat ini, DKI Jakarta dan beberapa daerah penyangganya merupakan zona merah. Netty menilai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Jakarta mencukupi untuk memenuhi masyarakat yang tinggal di Ibu Kota.

“APBD DKI itu melampaui kementerian. Beberapa anggaran kementerian kalah besar dari APBD DKI. Ini sebenarnya tinggal izin dan ketegasan. Bawa ini ke arah humanity bukan politis. Jangan sampai diperkeruh oleh situasi. Kita ingin menyelamatkan 270 atau DKI 10 jutaan orang dan ditambah wilayah penyangganya,” katanya.
(cip)
Berita Terkait
DPR Sebut Aturan Tumpang...
DPR Sebut Aturan Tumpang Tindih Bikin Rakyat Bingung
Relaksasi PSBB, Gus...
Relaksasi PSBB, Gus Nabil: Pemerintah Harus Fokus Pangan, Ekonomi dan Kesehatan Warga
Pandemi Covid-19, Anggota...
Pandemi Covid-19, Anggota Komisi IX Pertanyakan Kemenperin Izinkan Pabrik Beroperasi
Palembang Resmi Ajukan...
Palembang Resmi Ajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar
Tingkat Pelanggaran...
Tingkat Pelanggaran PSBB di Jakarta Masih Tinggi
Polemik PSBB Anies-Pemerintah...
Polemik PSBB Anies-Pemerintah Pusat, DPR: Rakyat Butuh Satu Komando
Berita Terkini
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
Bentuk Tim Penyidik...
Bentuk Tim Penyidik Khusus Usut Kasus Febrie, Kejagung: 9 Penyidik, Mayoritas Jaksa Alumni KPK
Terbitkan 3 Sprindik...
Terbitkan 3 Sprindik Baru, Kejaksaan Sebut Status Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Saksi
Penanganan Perkara Febri...
Penanganan Perkara Febri Adriansyah Dialihkan dari Polri, Kejagung Terbitkan Tiga Sprindik
Soal Peralihan Penyidikan...
Soal Peralihan Penyidikan Jampidsus, Pakar: Diskresi demi Cegah Konflik Antarpenegak Hukum
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved