Cegah Penularan Corona, Muncul Usulan Pembantaran Tahanan Belum Inkracht

Sabtu, 28 Maret 2020 - 20:49 WIB
Cegah Penularan Corona,...
Cegah Penularan Corona, Muncul Usulan Pembantaran Tahanan Belum Inkracht
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta mempertimbangkan pembantaran tahanan di lembaga pemasyaratan (LP) atau rumah tahanan (rutan) selama pandemi corona atau Covid-19 berlangsung. Apalagi, banyak LP maupun rutan yang melebihi kapasitas.

Pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad mengatakan, pembantaran itu khususnya perlu dipertimbangkan bagi tahanan yang belum mendapatkan putusan hukum tetap (inkracht). Namun, mereka harus memenuhi syarat objektif dan subjektif untuk dibantarkan.

"Syarat subjektifnya karena tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilang barang bukti, tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, dan kooperatif," kata Suparji dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2020). (Baca juga: Pemerintah Siapkan PP Karantina Wilayah, PKS: Hujan Sudah Lebat Baru Mau Bikin Payung ).

Menurutnya, berbagai kebijakan yang mampu mencegah penularan Covid-19 harus dipertimbangkan, termasuk nasib para tahanan. Apalagi kelebihan kapasitas ruang tahanan bisa mempengaruhi kesehatan yang berdampak pada mudahnya tertular Covid-19. "Perlu dipikirkan bagaimana mencegah penyebarannya, termasuk mengisolasi secara mandiri," kata Suparji.

Saat ini, sejumlah negara telah mengambil kebijakan untuk membebaskan tahanan. Di antaranya Amerika Serikat, Iran dan Afganistan. Kebijakan tersebut diambil setelah banyaknya warga yang tertular Covid-19. (Baca juga: Ini 5 Provinsi dengan Jumlah Tertinggi Kasus Positif Corona ).

Di Indonesia, hingga Sabtu (28/3/2020), total ada 1.155 kasus positif Covid-19 dengan 102 orang di antaranya meninggal dan 59 pasien sembuh.
(zik)
Berita Terkait
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Penyandang Disabilitas...
Penyandang Disabilitas Membuat Karya Batik Unik Covid-19
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Aksi Band Beranggotakan...
Aksi Band Beranggotakan Polisi, Sosialisasikan COVID-19 dengan Lagu
Berita Terkini
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Seskab Teddy dan Menteri...
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
Infografis
Kapal Selam Nuklir AS...
Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan, Korea Utara Marah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved