Diselimuti Duka Jokowi Tetap Hadiri KTT Virtual G-20, Sri Mulyani: Kita Bangga dan Terharu

Jum'at, 27 Maret 2020 - 01:36 WIB
Diselimuti Duka Jokowi...
Diselimuti Duka Jokowi Tetap Hadiri KTT Virtual G-20, Sri Mulyani: Kita Bangga dan Terharu
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku bangga dan terharu melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap menghadiri KTT Luar Biasa G-20 yang digelar secara virtual. Hal ini mengingat presiden masih dalam suasana duka.

“Walaupun presiden dalam suasana duka, kita semua betul-betul bangga dan terharu melihat beliau memiliki komitmen yang luar biasa untuk tetap berpartisipasi dalam G-20 dan memimpin Indonesia bersama pemimpin-pemimpin dunia dalam melawan penyebaran Covid-19,” kata Sri saat konferensi pers, Kamis (26/3/2020).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Presiden Jokowi berpartisipasi pada KTT Luar Biasa G-20 untuk membahas penanganan virus Corona. Dimana pertemuan itu digelar pada pukul 19.00 WIB. (Baca juga: Jokowi Ikuti KTT Luar Biasa G20 Secara Virtual di Istana Bogor)

“KTT G-20 kali ini tidak hanya dihadiri anggota G-20 tetapi juga organisasi-organisasi internasional. Misalnya WHO, PBB, IMF, dan juga World Bank serta beberapa negara lain yang diundang,” ungkapnya.

Menurut dia, KTT ini menunjukkan komitmen para pemimpin dunia dalam menangani krisis yang terjadi saat ini.

Para Kepala Negara/Kepala Pemerintahan yang mengikuti KTT Luar Biasa G-20 yakni: Presiden Jokowi, Presiden Argentina Alberto Fernández, Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, Presiden Brazil Jair Bolsonaro, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri India Narendra Modi, PM Italia Giuseppe Conte, PM Jepang Shinzō Abe, Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador, Presiden Rusia Vladimir Putin, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, Presiden Afrika SelatanCyril Ramaphosa, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, PM Inggris Boris Johnson, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Uni Eropa Charles Michel.
(jon)
Berita Terkait
Soal Stafsus Andi Taufan,...
Soal Stafsus Andi Taufan, Boni Hargens: Istana Perlu Bersih-bersih
Pandemi Covid-19, Presiden...
Pandemi Covid-19, Presiden Jokowi Meminta Jajarannya Optimistis
Jokowi: Pemda yang Belum...
Jokowi: Pemda yang Belum Anggarkan Penanganan COVID-19 Harus Ditegur
Menantu Presiden Jokowi...
Menantu Presiden Jokowi Bagikan Nasi Kotak kepada Driver Ojol di Medan
Presiden Mengajak Masyarakat...
Presiden Mengajak Masyarakat Tetap Optimistis Hadapi Covid-19
ICW Mendesak Presiden...
ICW Mendesak Presiden Jokowi Pecat Stafsus Andi Taufan
Berita Terkini
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Pakai Rompi Oranye KPK
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved