Pemirsa Melonjak 50%, KPI: TV Garda Terdepan Penyampaian Informasi COVID-19 kepada Masyarakat

Senin, 23 Maret 2020 - 13:27 WIB
Pemirsa Melonjak 50%,...
Pemirsa Melonjak 50%, KPI: TV Garda Terdepan Penyampaian Informasi COVID-19 kepada Masyarakat
A A A
JAKARTA - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menilai lonjakan pemirsa televisi hingga lebih dari 50% menunjukkan media televisi menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi tentang COVID-19 kepada masyarakat.

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio mengatakan di tengah kondisi darurat COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) televisi menjadi sumber informasi terdepan, berkualitas dan terpercaya. (Baca juga: Jokowi Sebut 180 Negara Berebut Mendapatkan APD, Masker dan Sanitizer )

"Televisi menjadi garda terdepan dalam perjuangan menyampaikan informasi kepada masyarakat di tengah kondisi darurat Corona ini. Itu karena televisi tidak menayangkan hoaks, selalu check recheck apalagi diawasi KPI," ujar Agung di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Senada dengan Agung, Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis mengatakan kondisi ini menunjukkan publik percaya terhadap media mainstream. "Sepakat [lebih dari 50%], bahwa kondisi ini menjadikan publik percaya media mainstream," tutur Yuliandre, saat dikonfirmasi wartawan.

Yuliandre, yang saat ini juga merupakan Ketua Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) 2017-2021 mengatakan banyaknya hoaks dari media sosial menjadikan publik lebih memilih media televisi yang merupakan media arus utama sebagai tontonan utama yang terpercaya.

"Fungsi media televisi to inform, to educate dan to entertain saat ini berjalan dan sangat dipercaya masyarakat. Jadi, bukan percaya informasi media baru [media sosial] yang banyak hoax," ujarnya.

Yuliandre yang juga Presiden Komisi Penyiaran Dunia 2017-2018 (IBRAF) ini memaparkan pemirsa televisi diperkirakan naik lebih dari 50% karena anak-anak, remaja, masyarakat banyak yang tinggal di rumah, termasuk pekerja yang kerja dari rumah (work from home/WFH).

Senada dengan Yuliandre, Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Syafril Nasution mengatakan televisi sebagai media memiliki fungsi sebagai sarana informasi, hiburan, dan edukasi. "Guna memperoleh informasi, edukasi dan menghilangkan kejenuhan dengan hiburan, maka pemirsa banyak menonton televisi," tutur Syafril.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan social distancing yang mendorong masyarakat untuk banyak berdiam diri di rumah dan menghindari keramaian serta kebijakan kerja dari rumah (work from home/ WFH).

Syafril mengatakan ATVSI terus mengimbau Lembaga Penyiaran Swasta untuk memberikan informasi terbaik kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan masyarakat dan apa yang harus dihindari dalam menghadapi virus Corona ini.
(kri)
Berita Terkait
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Kapolda Papua Barat...
Kapolda Papua Barat Ingatkan Pentingnya Eksistensi Budaya Lokal di Era Disrupsi
Doni Monardo Tekankan...
Doni Monardo Tekankan Perlu Kearifan Lokal Tangani Covid-19
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved