Tak Perlu Panik, Ini Tips Belanja saat Bencana ala Pusat Krisis UI

Minggu, 22 Maret 2020 - 14:30 WIB
Tak Perlu Panik, Ini...
Tak Perlu Panik, Ini Tips Belanja saat Bencana ala Pusat Krisis UI
A A A
JAKARTA - Pusat Krisis Universitas Indonesia (UI) mengingatkan masyarakat tidak perlu panic buying atau membeli barang dengan jumlah besar dalam menyikapi wabah virus Corona.

“Yang membutuhkan barang kebutuhan pokok bukan hanya anda atau keluarga anda, tetapi juga orang lain yang bisa saja adalah tetangga anda, teman Anda, teman anak, kakak, adik, orang tua anda, saudara jauh anda, atau orang yang tidak anda kenal sama sekali namun membutuhkannya sama seperti Anda,” ungkap Ketua Pusat Krisis Universitas Indonesia, Dicky Pelupessy saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Dicky menjelaskan, panic buying adalah perilaku membeli barang dalam jumlah besar dilandasi ketakutan tiba-tiba dalam menyikapi suatu bencana, setelah bencana terjadi, atau untuk mengantisipasi kenaikan atau penurunan harga barang atau komoditas tertentu.

Panic buying terjadi adalah secara psikologis merebaknya virus corona menguatkan ingatan tentang kematian. Sebuah kisah atau peristiwa seperti virus corona mengingatkan kita akan kerentanan kita,” katanya.

Panic buying secara psikologis, kata Dicky, disebabkan oleh adanya tekanan teman sebaya atau sepergaulan, yang seringkali tidak disadari.

“Ketika orang diingatkan tentang kefanaan mereka, mereka menjadi lebih impulsif, termasuk impulsif dalam membeli. Pada mereka yang memiliki uang lebih dari yang lainnya, bisa mengakibatkan pengeluaran berlebihan,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia ini. (Baca juga: Kunjungi Wisma Atlet, Panglima TNI Ungkap Sejumlah Persiapan untuk Corona )

Sebagai mahluk sosial, kata dia, manusia menjadikan apa yang dilakukan orang lain sebagai dasar penilaian dalam bertinda. Karena sebagai mahluk sosia, manusia mengandalkan kelompok untuk bertahan hidup.

"Karena itu pula, kita bersedia mengompromikan penilaian kita yang lebih baik sebenarnya demi untuk diterima. Sehingga, jika orang mempersepsi semua orang membeli dan menumpuk barang maka kita cenderung juga terdorong untuk melakukan itu.” Tambah Dicky.

Dicky pun membagikan tips agar tidak melakukan panic buying. “Ingatlah bahwa tetap berada di atas tingkat kecemasan kita yang dalam perkataan lain membeli secara rasional,” tegasnya.

Berikut tips untuk menghindari panic buying:

1. Smart buying atau cerdas belanja: Belilah keperluan yang memangsangat dibutuhkan dalam jumlah yang cukup untuk orang/keluarga selama waktu tertentu yang rasional atau sesuai kemampuan.

2. Jangan langsung panik karena pemberitaan yang ada di media, tetap tenang dan cari sumber informasi yang terpercaya/valid, tidak egoistik dan menimbun barang kebutuhan pokok secara berlebihan.

3. Untuk supermarket/toko, berikan batasan untuk barang-barangkebutuhan yang dibutuhkan orang banyak, agar membeli secara terbatas misalnya bahan kebutuhan pokok (beras, gula, telur, daging), hand sanitizer, masker, obat-obatan dasar dan vitamin/suplemen.

4. Untuk media, tetap memberikan informasi yang akurat namun tidak memuat konten yang terlalu memancing kepanikan masyarakat.

5. Untuk lembaga keagamaan dan pemuka agama Islam, khususnya karena menjelang Ramadan dan Idul Fitri, himbauan untuk menjalaninya secara lebih sederhana atau bahkan sangat sederhana.
(dam)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Infografis
Simak! Berikut ini 5...
Simak! Berikut ini 5 Tips Berkemah saat Musim Hujan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved