JK Ingatkan Virus Corona Bisa Menyerang Siapa Saja
Kamis, 19 Maret 2020 - 17:13 WIB
JK Ingatkan Virus Corona Bisa Menyerang Siapa Saja
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M Jusuf Kalla menggelar pertemuan dengan pengurus DMI, Walubi, GKI, PGI, PHDI di Markas PMI, Jalan Gatot Subroto,Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2020). Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menjelaskan soal transmisi virus corona yang dapat menimpa siapa pun.
"Saya ada satu catatan. Virus ini (corona) tidak pilih-pilih," ucap JK, sapaan akrab M Jusuf Kalla, saat membuka rapat.
JK pun menambahkan bahwa virus corona yang sudah menginfeksi puluhan ribu orang di dunia tak bisa terdeteksi keberadaannya. Bahkan, virus itu menyerang tokoh-tokoh penting pemerintahan seperti menteri-menteri. Olehnya itu, JK meminta kepada para pengurus organisasi keagamaan dan rumah rumah ibadah yg ada di Indonesia untuk bersama sama PMI memerangi virus covid 19 ini. (Baca juga: Ada 309 Kasus Positif Corona di Indonesia, Terbanyak di Jakarta ).
Menurut JK, PMI siap melatih petugas rumah ibadah dalam hal tata cara melakukan penyemprotan disinfektan. PMI juga menyiapkan peralatan penyemprotan jika dibutuhkan. JK Ingatkan Virus Corona Bisa Menyerang Siapa Pun
JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M Jusuf Kalla menggelar pertemuan dengan pengurus DMI, Walubi, GKI, PGI, PHDI di Markas PMI, Jalan Gatot Subroto,Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2020). Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menjelaskan soal transmisi virus corona yang dapat menimpa siapa pun.
"Saya ada satu catatan. Virus ini (corona) tidak pilih-pilih," ucap JK, sapaan akrab M Jusuf Kalla, saat membuka rapat.
JK pun menambahkan bahwa virus corona yang sudah menginfeksi puluhan ribu orang di dunia tak bisa terdeteksi keberadaannya. Bahkan, virus itu menyerang tokoh-tokoh penting pemerintahan seperti menteri-menteri. Olehnya itu, JK meminta kepada para pengurus organisasi keagamaan dan rumah rumah ibadah yg ada di Indonesia untuk bersama sama PMI memerangi virus covid 19 ini.
Menurut JK, PMI siap melatih petugas rumah ibadah dalam hal tata cara melakukan penyemprotan disinfektan. PMI juga menyiapkan peralatan penyemprotan jika dibutuhkan.
Menanggapi tawaran kerja sama PMI yang disampaikan JK, Keuskupan Agung Jakarta yang diwakili Kristiano Puspo mengapresiasi inisiasi PMI mengundang pengurus rumah ibadah untuk berkoordinasi dan bersama sama memerangi virus Covid-19.
Menurut Kristiano, selama ini pihaknya sangat sulit mendapatkan masker, hand sanitizer untuk digunakan para jemaat gereja. Ia juga telah menginstruksikan para jemaat untuk tidak bersalaman dengan para pendeta maupun dengan jemaat lainnya agar menghindari penyebaran virus corona.
Menanggapi tawaran kerja sama PMI yang disampaikan JK, Keuskupan Agung Jakarta yang diwakili Kristiano Puspo mengapresiasi inisiasi PMI mengundang pengurus rumah ibadah untuk berkoordinasi dan bersama sama memerangi virus Covid-19.
Menurut Kristiano, selama ini pihaknya sangat sulit mendapatkan masker, hand sanitizer untuk digunakan para jemaat gereja. Ia juga telah menginstruksikan para jemaat untuk tidak bersalaman dengan para pendeta maupun dengan jemaat lainnya agar menghindari penyebaran virus corona.
"Saya ada satu catatan. Virus ini (corona) tidak pilih-pilih," ucap JK, sapaan akrab M Jusuf Kalla, saat membuka rapat.
JK pun menambahkan bahwa virus corona yang sudah menginfeksi puluhan ribu orang di dunia tak bisa terdeteksi keberadaannya. Bahkan, virus itu menyerang tokoh-tokoh penting pemerintahan seperti menteri-menteri. Olehnya itu, JK meminta kepada para pengurus organisasi keagamaan dan rumah rumah ibadah yg ada di Indonesia untuk bersama sama PMI memerangi virus covid 19 ini. (Baca juga: Ada 309 Kasus Positif Corona di Indonesia, Terbanyak di Jakarta ).
Menurut JK, PMI siap melatih petugas rumah ibadah dalam hal tata cara melakukan penyemprotan disinfektan. PMI juga menyiapkan peralatan penyemprotan jika dibutuhkan. JK Ingatkan Virus Corona Bisa Menyerang Siapa Pun
JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M Jusuf Kalla menggelar pertemuan dengan pengurus DMI, Walubi, GKI, PGI, PHDI di Markas PMI, Jalan Gatot Subroto,Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2020). Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menjelaskan soal transmisi virus corona yang dapat menimpa siapa pun.
"Saya ada satu catatan. Virus ini (corona) tidak pilih-pilih," ucap JK, sapaan akrab M Jusuf Kalla, saat membuka rapat.
JK pun menambahkan bahwa virus corona yang sudah menginfeksi puluhan ribu orang di dunia tak bisa terdeteksi keberadaannya. Bahkan, virus itu menyerang tokoh-tokoh penting pemerintahan seperti menteri-menteri. Olehnya itu, JK meminta kepada para pengurus organisasi keagamaan dan rumah rumah ibadah yg ada di Indonesia untuk bersama sama PMI memerangi virus covid 19 ini.
Menurut JK, PMI siap melatih petugas rumah ibadah dalam hal tata cara melakukan penyemprotan disinfektan. PMI juga menyiapkan peralatan penyemprotan jika dibutuhkan.
Menanggapi tawaran kerja sama PMI yang disampaikan JK, Keuskupan Agung Jakarta yang diwakili Kristiano Puspo mengapresiasi inisiasi PMI mengundang pengurus rumah ibadah untuk berkoordinasi dan bersama sama memerangi virus Covid-19.
Menurut Kristiano, selama ini pihaknya sangat sulit mendapatkan masker, hand sanitizer untuk digunakan para jemaat gereja. Ia juga telah menginstruksikan para jemaat untuk tidak bersalaman dengan para pendeta maupun dengan jemaat lainnya agar menghindari penyebaran virus corona.
Menanggapi tawaran kerja sama PMI yang disampaikan JK, Keuskupan Agung Jakarta yang diwakili Kristiano Puspo mengapresiasi inisiasi PMI mengundang pengurus rumah ibadah untuk berkoordinasi dan bersama sama memerangi virus Covid-19.
Menurut Kristiano, selama ini pihaknya sangat sulit mendapatkan masker, hand sanitizer untuk digunakan para jemaat gereja. Ia juga telah menginstruksikan para jemaat untuk tidak bersalaman dengan para pendeta maupun dengan jemaat lainnya agar menghindari penyebaran virus corona.
(zik)