Anggota DPR Sebut Surat WHO ke Jokowi Bukan Intervensi Politik
Sabtu, 14 Maret 2020 - 22:53 WIB
Anggota DPR Sebut Surat WHO ke Jokowi Bukan Intervensi Politik
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay setuju dengan surat yang dikirimkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan virus corona (Covid-19).
Dalam surat tertanggal 10 Maret 2020 menyebut soal kasus positif corona yang gagal terdeteksi hingga merekomendasikan Jokowi meningkatkan status darurat nasional. (Baca juga: Menhub Budi Karya Positif Corona, Begini Reaksi Presiden Jokowi ).
"Saya sangat sepakat sekali dengan WHO, WHO itu menyurati kita itu bukan semata mengintervensi kita secara politik. Itu enggak ada unsur politiknya, ini murni masalah kemanusiaan," ujarnya dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network dengan tajuk 'Bikin Corona Merana' di Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2020).
Menurut Saleh, apa yang dilakukan pemerintah saat ini belum maksimal, bahkan banyak yang terlambat dalam melihat perkembangan virus asal China tersebut.
"Saya ini belum melihat sampai saat ini upaya konkret yang dilakukan, misalnya pemeriksaan di sekolah, lalu coba lihat itu di kereta api, ada gak yang meriksa kesehatan di sana? Ndak ada kan," jelasnya.
Bahkan, kata Saleh jika Indonesia tidak cepat dalam menangani penyebaran virus corona akan sangat berbahaya untuk daerah lain. Maka dari itu, Saleh mendesak kepada pemerintah untuk mengindahkan surat dari WHO. "Saya berharap sekaligus mendesak segara mengikuti langkah-langkah yang disampaikan WHO itu," tuturnya.
Dalam surat tertanggal 10 Maret 2020 menyebut soal kasus positif corona yang gagal terdeteksi hingga merekomendasikan Jokowi meningkatkan status darurat nasional. (Baca juga: Menhub Budi Karya Positif Corona, Begini Reaksi Presiden Jokowi ).
"Saya sangat sepakat sekali dengan WHO, WHO itu menyurati kita itu bukan semata mengintervensi kita secara politik. Itu enggak ada unsur politiknya, ini murni masalah kemanusiaan," ujarnya dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network dengan tajuk 'Bikin Corona Merana' di Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2020).
Menurut Saleh, apa yang dilakukan pemerintah saat ini belum maksimal, bahkan banyak yang terlambat dalam melihat perkembangan virus asal China tersebut.
"Saya ini belum melihat sampai saat ini upaya konkret yang dilakukan, misalnya pemeriksaan di sekolah, lalu coba lihat itu di kereta api, ada gak yang meriksa kesehatan di sana? Ndak ada kan," jelasnya.
Bahkan, kata Saleh jika Indonesia tidak cepat dalam menangani penyebaran virus corona akan sangat berbahaya untuk daerah lain. Maka dari itu, Saleh mendesak kepada pemerintah untuk mengindahkan surat dari WHO. "Saya berharap sekaligus mendesak segara mengikuti langkah-langkah yang disampaikan WHO itu," tuturnya.
(zik)