2 Warga Depok Kena Corona, Ibas Minta Pemerintah Lakukan 8 Hal Ini
Senin, 02 Maret 2020 - 16:58 WIB
2 Warga Depok Kena Corona, Ibas Minta Pemerintah Lakukan 8 Hal Ini
A
A
A
JAKARTA - Informasi yang menyebutkan dua orang warga Depok, Jawa Barat terjangkit Virus Corona menjadi perhatian banyak pihak. Tak terkecuali Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
"Too little too late. Semua itu terasa jika sudah terjadi," ujar Edhie Baskoro Yudhoyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Senin (2/3/2020).
Ibas mengaku bahwa sudah mengingatkan dan menyarankan pemerintah untuk melakukan penanganan dan persiapan serius terkait covid-19 (Virus Corona). Saat itu, dia mengatakan bahwa Virus Corona bukanlah sembarang virus. Virus itu diprediksi bisa mengancam kesehatan dan nyawa, tapi jika tidak disikapi dengan serius bisa mengancam perekonomian, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk itu diperlukan tim pengawasan khusus dimitigasi dengan cepat, tepat, dan solutif.
"Namun apa yang terjadi! Ekonomi tidak bertumbuh, penjualan komoditas masih belum maksimal, pariwisata drop dan sekarang virus pun telah merambah ke Depok di Indonesia," ujar legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini. (Baca juga: 2 Warga Depok Positif Corona, DPR Imbau Masyarakat Ikuti Anjuran Jokowi ).
"Apakah kita ingin terjadi korban dahulu baru bertindak? Lantas psikologi masyarakat pun sekarang terganggu dengan sangat serius terutama rumah tangga dan mereka yang memiliki anak-anak relatif kecil ? Apakah negara kita aman? Apakah kota kita aman? Jangan sampai seperti kita hidup di area 'zombie land' dengan ketidakpastian! Amit Amit! Menakutkan," tambah Ibas.
Kemudian, putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini membeberkan delapan hal yang harus dilakukan negara terkait Virus Corona itu. Pertama, melakukan sosialisasi benar tentang apa itu Virus Corona dan penanganannya.
Kedua, jalankan satgas lintas lembaga kerja di pusat dan daerah. "Ketiga, perhatikan gerbang-gerbang masuk Indonesia termasuk airport, pelabuhan, imigrasi dan lain-lain," ungkapnya.
Keempat, segera persiapkan tenaga medis, perobatan, dan fasilitas penunjang rumah sakit disetiap tingkatan. "Kelima, stop sementara penerbangan dari negara-negara high alert termasuk keberangkatan ke luar negeri," ujarnya.
Keenam, siapkan anggaran cadangan untuk mitigasi virus corona. Ketujuh, kampanyekan budaya sehat, bersih di lingkungan kita masing-masing.
Kedelapan, perhatikan sendi-sendi logistik ketahanan pangan dan keluarga harus tetap terjaga. Ibas mengatakan, dunia hari ini sedang mengalami gejolak perubahan. (Baca juga: 2 Warga Depok Kena Corona, DPR Nilai Petugas Bandara Kebobolan ).
Dia menambahkan, tidak hanya orang penting tapi seluruh masyarakat saat ini perlu kepastian, keyakinan dan keamanan di dalam negerinya. "Pemerintah Must Do Something! Bring Hope and Solution to the people! Lakukan Sesatu, belum terlambat sekali tapi harus bergerak optimal sinergis. Tuhan YME beserta kita. Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat," pungkasnya.
"Too little too late. Semua itu terasa jika sudah terjadi," ujar Edhie Baskoro Yudhoyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Senin (2/3/2020).
Ibas mengaku bahwa sudah mengingatkan dan menyarankan pemerintah untuk melakukan penanganan dan persiapan serius terkait covid-19 (Virus Corona). Saat itu, dia mengatakan bahwa Virus Corona bukanlah sembarang virus. Virus itu diprediksi bisa mengancam kesehatan dan nyawa, tapi jika tidak disikapi dengan serius bisa mengancam perekonomian, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk itu diperlukan tim pengawasan khusus dimitigasi dengan cepat, tepat, dan solutif.
"Namun apa yang terjadi! Ekonomi tidak bertumbuh, penjualan komoditas masih belum maksimal, pariwisata drop dan sekarang virus pun telah merambah ke Depok di Indonesia," ujar legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini. (Baca juga: 2 Warga Depok Positif Corona, DPR Imbau Masyarakat Ikuti Anjuran Jokowi ).
"Apakah kita ingin terjadi korban dahulu baru bertindak? Lantas psikologi masyarakat pun sekarang terganggu dengan sangat serius terutama rumah tangga dan mereka yang memiliki anak-anak relatif kecil ? Apakah negara kita aman? Apakah kota kita aman? Jangan sampai seperti kita hidup di area 'zombie land' dengan ketidakpastian! Amit Amit! Menakutkan," tambah Ibas.
Kemudian, putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini membeberkan delapan hal yang harus dilakukan negara terkait Virus Corona itu. Pertama, melakukan sosialisasi benar tentang apa itu Virus Corona dan penanganannya.
Kedua, jalankan satgas lintas lembaga kerja di pusat dan daerah. "Ketiga, perhatikan gerbang-gerbang masuk Indonesia termasuk airport, pelabuhan, imigrasi dan lain-lain," ungkapnya.
Keempat, segera persiapkan tenaga medis, perobatan, dan fasilitas penunjang rumah sakit disetiap tingkatan. "Kelima, stop sementara penerbangan dari negara-negara high alert termasuk keberangkatan ke luar negeri," ujarnya.
Keenam, siapkan anggaran cadangan untuk mitigasi virus corona. Ketujuh, kampanyekan budaya sehat, bersih di lingkungan kita masing-masing.
Kedelapan, perhatikan sendi-sendi logistik ketahanan pangan dan keluarga harus tetap terjaga. Ibas mengatakan, dunia hari ini sedang mengalami gejolak perubahan. (Baca juga: 2 Warga Depok Kena Corona, DPR Nilai Petugas Bandara Kebobolan ).
Dia menambahkan, tidak hanya orang penting tapi seluruh masyarakat saat ini perlu kepastian, keyakinan dan keamanan di dalam negerinya. "Pemerintah Must Do Something! Bring Hope and Solution to the people! Lakukan Sesatu, belum terlambat sekali tapi harus bergerak optimal sinergis. Tuhan YME beserta kita. Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat," pungkasnya.
(zik)