KH Hasyim Asy'ari Mengharmoniskan Hubungan Agama dan Negara

Jum'at, 14 Februari 2020 - 11:17 WIB
KH Hasyim Asyari Mengharmoniskan...
KH Hasyim Asy'ari Mengharmoniskan Hubungan Agama dan Negara
A A A
JAKARTA - 149 tahun lalu, Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari terlahir ke dunia. Warga Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh penjuru dunia berdoa untuk beliau dan para pendiri NU lainnya, serasa mengingat dawuh dan perjuangan para pendiri NU.

Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas, hal yang selalu direfleksikan dalam momen ini antara lain mengingatkan kembali jasa beliau yang luar biasa, yakni keberhasilan beliau mengharmoniskan hubungan agama dan negara.

"Jika di kawasan Timur Tengah dan belahan bumi lain agama dan negara belum berelasi baik, bahkan dipertentangkan warga dan pemeluk agamanya, sehingga terus terjadi konflik, maka tidak di Indonesia. Mengapa? Karena di Timur Tengah jarang dijumpai tokoh nasionalis yang sekaligus ulama. Yang nasionalis bukan ulama. Yang ulama tidak nasionalis. Kalau toh ada tokoh nasionalis dan sekaligus ulama, ia minoritas," jelas Robikin dalam siaran persnya, Jumat (14/2/2020). (Baca juga: Kiai Said Aqil Sebut Banyak Jasa Gus Sholah untuk NU ).

Robikin menambahkan, bersyukur Indonesia memiliki tokoh besar: nasionalis sekaligus ulama; ulama sekaligus nasionalis. "Beliau berhasil merumuskan hubungan agama dan negara. Bagi beliau, agama dan negara tidak saling bertentangan. Bisa berjalan seiring, bahkan saling memperkuat. Sosok luar biasa yang merumuskan hubungan harmonis antara agama dan negara itu adalah Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari, pejuang kemerdekaan negara Republik Indonesia, pendiri Nahdlatul Ulama."

Menurut Robikin, hubungan negara dan agama dirumuskan dengan ungkapan yang sangat bernas: hubbul wathan minal iman, nasionalisme bagian ajaran agama. Indonesia dan dunia berutang kepada beliau," ujarnya. (Baca juga: Mengingat Kembali Pesan Syeikh Hasyim Asyari ).
(zik)
Berita Terkait
Pengurus Besar Nahdlatul...
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Mengecam Keras Tindakan Aparat Kepolisian Israel
PBNU Minta Maaf Terkait...
PBNU Minta Maaf Terkait 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel
Selamat untuk Nahdlatul...
Selamat untuk Nahdlatul Ulama!
Jembatan Peradaban Nahdlatul...
Jembatan Peradaban Nahdlatul Ulama
PBNU: Pengunduran Diri...
PBNU: Pengunduran Diri KH Miftachul Bukan Representasi Nahdlatul Ulama
PBNU Dukung Transformasi...
PBNU Dukung Transformasi Digital di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved