alexa snippet

Kebangkitan Ulama

Mengingat Kembali Pesan Syeikh Hasyim Asyari

Mengingat Kembali Pesan Syeikh Hasyim Asyari
KH Hasyim Asyari. Foto/Dok/ipnuippnu.co.id
A+ A-
DINAMIKA yang terjadi di Indonesia belakangan ini semakin memanas. Apalagi dinamika yang terjadi menyangkut isu suku, ras, agama dan antargolongan (SARA). Isu ini dipicu adanya pernyataan dari Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal Ahok yang menyinggung keyakinan umat Islam.

Pernyataan Ahok memicu munculnya Aksi Bela Islam I pada 22 Oktober 2016 dilanjutkan dengan Aksi Bela Islam II pada 4 November (411) 2016 dan dilanjutkan Aksi Bela Islam 2 Desember (212) 2016 yang diikuti jutaan umat muslim. Rangkaian aksi juga dipicu lambannya respons lembaga penegak hukum atas laporan dugaan penistaan agama yang melibatkan Ahok.

Aksi umat muslim rencananya akan berlanjut pada 11 Februari (112) 2017 dengan nama Aksi Bela Ulama. Aksi ini dipicu oleh sikap dan pernyataan Ahok bersama tim hukumnya terhadap Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin.

Sikap dan pernyataan Ahok bersama tim hukumnya dalam persidangan perkara penistaan agama dinilai telah merendahkan KH. Ma'ruf Amin. Umat muslim, khususnya warga NU juga memprotes Ahok dan tim hukumnya yang mengancam akan membawa KH Ma'ruf Amin ke proses hukum dengan tuduhan memberikan kesaksian palsu.

Di tengah dinamika yang melibatkan jutaan umat muslim, patut kiranya mengingat kembali pesan yang disampaikan Rais Akbar KH Hasyim Asyari yang disampaikan pada Pembukaan Muktamar NU XVII di Madiun 1947. Berikut pesan tersebut:

Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hanya keharibaan-Mu, Ya Allah, kami memuji. Wahai Dzat yang merendahkan dan menghinakan orang-orang yang congkak dan sombong yang telah meruntuhkan tahta firaun dan para kaisar yang sombong dan congkak.

Tak seorang pun yang mampu mencegah apa yang engkau berikan dan tak ada seorang pun yang mampu memberikan apa yang tidak engkau kehendaki untuk diberikan. Maha Suci, Engkau ya Allah dan Maha Unggul.

Alangkah luas rahmat-Mu dan betapa agung kedermawanan-Mu, walau kebanyakan manusia ingkar pada-Mu dan tidak percaya akan wujud-Mu serta benci pada-Mu. Meski demikian, Engkau tetap melimpahkan kenikmatan-Mu pada mereka. Engkau beberkan rizki  serta karunia-Mu dan engkau panjangkan hidup mereka sepanjang masa.

Tambahan rahmat dan keagungan semoga tetap Engkau limpahkan pada Nabi-Mu yang Ummy Muhammad SAW. Yang telah Engkau perintahkan untuk membeberkan sayap rahmat dan salamnya kepada orang-orang mukmin yang mengikutinya. Yang telah engkau tawarkan padanya gunung uhud untuk diubah menjadi emas namun ditolaknya dan beliau memilih hidup zuhud duniawi.

Walau demikian engkau tetap menjadikan beliau unggul melebihi dunia dan isinya. Sementara itu keagungan budi pekertinya telah meluluh lantakkan hidup orang-orang yang sombong dan pendendam. Semoga keselamatan dan kedamaian senantiasan menyertai Nabi besar Muhammad SAW, Ahli bait, beserta sahabat-sahabat beliau hingga hari kiamat.

Wa ba’du,

Saudara-saudara, peserta muktamar yang berbahagia. Adalah suatu kewajiban dan keharusan bagi kita untuk mengatur kehidupan kita serta mewujudkan dan  merealisasikan tujuan yang mulia dengan memperlajari waktu demi waktu di mana kita telah melangkah dalam perjuangan dan perlawanan kita (dalam melawan kebatilan).

Boleh kita merasa senang bila apa yang telah kita kerjakan sesuai dengan apa yang telah kita canangkan. Namun kita harus prihatin serta menjadikannya sebagai pelajaran dan peringatan bila kegagalan dan kerugian yang kita peroleh.
halaman ke-1 dari 4
loading gif
Top