Komisi X Minta Desain Pendidikan Vokasi Disesuaikan Kebutuhan Dunia Kerja

Kamis, 06 Februari 2020 - 13:36 WIB
Komisi X Minta Desain...
Komisi X Minta Desain Pendidikan Vokasi Disesuaikan Kebutuhan Dunia Kerja
A A A
JAKARTA - Rendahnya tingkat kepercayaan dunia usaha dalam menyerap tenaga kerja dari lulusan pendidikan vokasi mengakibatkan angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat, dan lulusan pendidikan vokasi semakin jauh dari kebutuhan industri.

Persoalan ini menjadi perhatian serius Komisi X DPR yang menjadi mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda berpendapat saat ini Komisi X sedang "belanja masalah" dalam penyempurnaan ekosistem pendidikan vokasi yang meliputi peningkatan kualitas guru, kurikulum, teknologi dan proses belajar-mengajar untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Karena itu, Panitia Kerja (Panja) Pendidikan Vokasi Komisi X DPR mengundang para pelaku usaha untuk meminta masukan mengenai permasalahan dan solusi terkait pendidikan vokasi di Indonesia.

Menurut Huda, seharusnya tidak ada tolok ukur dalam penerimaan calon pekerja karena vokasi bisa menjadi solusi jitu dari masalah rendahnya daya saing angkatan kerja, serta mengatasi missmatch keterampilan dunia kerja.

Dia mengharapkan berbagai masalah yang menerpa pendidikan vokasi ini dapat diminimalisasi dengan terjalinnya sebuah sinergi antara DPR RI dengan pejabat eksekutif tertinggi di berbagai perusahaan.

"Saat ini terdapat kesenjangan antara kualitas kelulusan dengan kualifikasi dan kompetensi kebutuhan industri. Selain itu, efektivitas serapan lulusannya saat ini sudah mulai berkurang dengan adanya pekerjaan yang sudah dapat dilakukan oleh mesin," tutur Huda saat melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan para Pejabat Eksekutif Tertinggi (CEO) Bukalapak, Sahid Group, Rumah Sakit Siloam, 8 Village Indonesia, Astra Internasional Tbk, Kompas TV, dan Adaro Energy Tbk di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 5 Februari 2020.

Dia mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan para pelaku industri mengenai perspektif baru dalam kerangka menyusun kebijakan, program dan evaluasi pendidikan vokasi di Indonesia.

Ke depan, Komisi X meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selaku fungsi regulator, yakni dengan adanya revolusi industri 4.0, pembuatan kebijakan pendidikan vokasi harus didesain sesuai dengan kebutuhan ekosistem digital tanpa melupakan pembentukan mental dan karakter.

"Saya mengimbau seluruh pihak untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi agar kualitas kelulusan mampu diserap oleh dunia usaha dan industri. Khususnya kepada pemerintah agar mampu menghasilkan pendidikan vokasi yang setara dengan pendidikan umum," tambahnya.
(dam)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved