WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Bakal Diisolasi di Natuna

Sabtu, 01 Februari 2020 - 13:52 WIB
WNI yang Dievakuasi...
WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Bakal Diisolasi di Natuna
A A A
TANGERANG - Wilayah Natuna, Kepulauan Riau dijadikan tempat isolasi untuk 245 orang warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China. Sehingga, mereka tidak langsung ke rumah masing-masing saat tiba di tanah air.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan TNI mendukung proses pemulangan para WNI dari Wuhan, China dengan memberikan sarana prasarana untuk mendukung protokoler kesehatan. (Baca juga: Asrama Haji Batam Belum Pasti Jadi Lokasi Karantina WNI ).

"Protokol kesehatan di antaranya yang kita harus penuhi, kita memiliki tempat isolasi yang jauh dari penduduk dan yang terbaik dan terpilih adalah wilayah Natuna," ujar Hadi Tjahjanto dalam jumpa pers di VIP Room Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (1/2/2020).

Dia mengatakan, wilayah Natuna tersebut adalah pangkalan militer yang memiliki fasilitas rumah sakit, yang dikelola oleh tiga angkatan dokter, angkatan darat, laut, dan udara.

"Natuna memiliki run way berdekatan dengan wilayah yang nantinya digunakan untuk isolasi, sehingga nanti saudara-saudara kita yang datang langsung turun dari pesawat masuk ke tempat penampungan mereka," katanya.

WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Bakal Diisolasi di Natuna


Tim evakuasi WNI dilepas di Terminal I VIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (1/2/2020). Foto/KORAN SINDO/Yulianto

Dia melanjutkan, tempat isolasi itu mampu menampung hingga 300 orang, dengan dilengkapi seluruh kebutuhan mandi cuci kakus (MCK), termasuk dapur lapangan. "Sedangkan jarak dari hanggar atau kita katakanlah gedung atau hanggar itu sampai ke tempat penduduk kurang lebih di atas mungkin antara 5 sampai 6 kilometer," imbuhnya.

Lalu, lokasi isolasi ke dermaga sekitar lima kilometer. "Sehingga dari hasil penilaian itu memenuhi syarat untuk protokol kesehatan. Sehingga Natuna dipilih sebagai tempat transit sementara sampai dengan dinyatakan bebas bisa bertemu dengan keluarga," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, proses pemindahan dari Wuhan, China ke Indonesia, militer terus memantau pergerakan dari pesawat yang digunakan.

"Dengan memberikan frekuensi militer dan oleh operator kepada pilot dengan frekuensi tertentu yang kita bisa memonitor apa yang sedang dilaksanakan dari udara China menuju ke wilayah udara Indonesia dan terus kita pantau sampai pendaratan," ujarnya.

Dia pun berharap, proses evakuasi bisa berjalan dengan baik. "Saya mohon doa restunya dari seluruh rekan media untuk terlaksananya kegiatan ini aman dan lancar," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
Bertemu Panglima TNI,...
Bertemu Panglima TNI, Kapolri Ungkap Ada yang Ingin Pecah Belah Sinergitas TNI-Polri
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Anggap Kapolri Sahabat,...
Anggap Kapolri Sahabat, Jaksa Agung: Jangan Berpikir Kami Ini Rival
Momen Salam Komando...
Momen Salam Komando Jaksa Agung dan Kapolri
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved